Selasa 02 Agustus 2022, 21:55 WIB

Anggota DPR Asal NTT Desak Polri Bebaskan Demonstran di Labuan Bajo

Mediaindonesia.com | Nusantara
Anggota DPR Asal NTT Desak Polri Bebaskan Demonstran di Labuan Bajo

Dok MI
Anggota DPR asal NTT, Ahmad Yohan

 

ANGGOTA DPR RI asal NTT, Ahmad Yohan mendesak mengimbau aparat kepolisian menggunakan cara-cara persuasif terkait demonstrasi pelaku usaha di Labuab Bajo. Mereka memprotes penaikan tarif masuk kawasan wisata Taman Nasional Komodo.

Menurutnya, demonstrasi menolak tarif masuk Taman Nasional Komodo oleh pelaku usaha pariwisata di Manggarai Barat ialah aspirasi yang wajar. 

"Pasalnya para pelaku usaha/UMKM di sekitar taman nasional Komodo sangat bergantung pada visitor baik dalam dan luar negeri. Naiknya harga tiket masuk taman nasional komodo menjadi Rp3,75 juta dari sebelumnya Rp.200 ribu, akan menekan tingkat kunjungan. Apalagi para pelaku UMKM itu masih dalam masa recovery setelah landainya pandemi Covid-19," ujar Yohan lewat keterangannya, Selasa (2/8).

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) setempat, sebanyak lebih dari 10 ribu wisatawan domestik dan mancanegara membatalkan kunjungannya ke Labuan Bajo akibat kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo. 

"Yang kena dampaknya secara langsung adalah pelaku UMKM di sekitar Taman Nasional Komodo. Jadi ada sisi sosial ekonomi dan kemanusiaan yang harus menjadi sudut pandang aparat," tandas anggota Fraksi PAN itu.

Polres Manggarai Barat telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

"Dari tiga orang (yang ditahan), satu orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto.

Tersangka dikenakan pasal menurut UU Nomor 1 tahun 1946 pasal 14 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 336 ayat 1 dan 2 KUHP tentang kejahatan yang menimbulkan bahaya umum bagi keamanan orang atau barang.

"Kepada Kapolri melalui Polda NTT dan Polres Mabar agar bebaskan warga yang ditahan. Sejauh yang dilakukan adalah berunjuk rasa dan meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan tarif masuk taman nasional komodo, maka itu menjadi hak demokrasinya. Tidak perlu didekati dengan gelar tambahan pasukan dan melakukan tindakan-tindakan represif," pungkasnya. (Ant/OL-8) 

Baca Juga

dok.ist

Pujakesuma Nilai Ganjar Konsisten Rawat Seni Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:45 WIB
ORGANISASI Pujakesuma menilai Ganjar Pranowo selalu memperhatikan nasib para pelaku seni di wilayahnya dan selalu terbuka dalam diskusi...
dok.Ant

Harga Cabai Rawit Di Bangka Masih Bertengger Rp97 Ribu Perkilo

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:57 WIB
HARGA cabai rawit di pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih tergolong tinggi, meski  sudag turun tetap tinggi dibanding...
dok.ist

OMG Jatim Beberkan Alasan Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:53 WIB
RIBUAN anak muda  gabungan dari  Kabupaten/ Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan sepakat ikut serta dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya