Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Investasi Karbon hingga Komodo Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

Cahya Mulyana
01/4/2026 16:41
Investasi Karbon hingga Komodo Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang
ilustrasi.(MI)

MENTERI Kehutanan RI Raja Juli Antoni menutup rangkaian kunjungannya di Jepang dengan melakukan pertemuan bilateral dengan tiga menteri Jepang sekaligus. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama kehutanan, investasi karbon, hingga konservasi satwa, termasuk komodo.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Jepang, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam isu kehutanan dan perubahan iklim. Dalam rangkaian itu, pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari pengelolaan hutan berkelanjutan hingga perdagangan karbon.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan kawasan konservasi, pertukaran pengetahuan, serta keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi karbon. Indonesia membuka peluang investasi melalui skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan perdagangan karbon sukarela.

Bertemu Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Suzuki Norikazu, Jepang menegaskan Indonesia sebagai mitra strategis di sektor kehutanan. Dukungan juga diberikan melalui proyek-proyek yang dijalankan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pemerintah Jepang bahkan akan menugaskan tenaga ahli untuk mendukung pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia. Menhut mendorong agar kerja sama ini ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan World Mangrove Center dan implementasi skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

“Saya mengajak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas melalui proyek JICA, sebagai bagian dari penguatan inisiatif World Mangrove Center. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan global dalam upaya rehabilitasi, riset, edukasi, serta inovasi pengelolaan ekosistem mangrove, sekaligus menjadi rujukan internasional dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam,” ujar Menhut Raja Antoni.

Bertemu Menteri LH Jepang

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka, dibahas penguatan kerja sama konservasi, termasuk program breeding loan komodo yang bekerja sama dengan Prefektur Shizuoka.

Menhut juga mengusulkan kerja sama Sister Park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dan taman nasional di Indonesia. Skema ini diharapkan memperkuat pengelolaan kawasan konservasi.

“Kerja sama Sister Park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan taman nasional di Indonesia diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia (World Class National Park),” ujar Raja Antoni.

Bertemu Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang

Adapun dalam pertemuan dengan Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang Minoru Kiuchi, kedua negara membahas penguatan kerja sama kehutanan dan konservasi secara lebih luas.

Salah satu yang disorot adalah rencana pengiriman komodo ke Jepang yang disebut memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat setempat. Selain itu, kedua pihak juga mendorong percepatan implementasi kerja sama karbon melalui skema JCM serta memperkuat kolaborasi antar taman nasional. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya