Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengabaikan ruas jalan utama yang nyaris Putus. Padahal, mulai tahun ini, realisasi Dana Pinjaman Daerah (PEN) sebagian sudah dikerjakan untuk menuntaskan ruas jalan di dalam kota Lewoleba.
Di sisi lain, seorang pengusaha di Kota Lewoleba kepada mediaindonesia.com menyatakan, bersedia memperbaiki segmen jalan itu, namun dirinya membutuhkan instruksi dari pemerintah setempat.
Bence Buran, warga Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (2/8/2022), menyayangkan, Sikap Pemda Lembata yang mengabaikan ruas jalan yang membelah sawah itu.
"Segmen jalan tersebut menghubungkan dua fasilitas publik yakni Terminal Barat, Kota Lewoleba dan Pasar Pada, pusat perekonomian rakyat. Lagi pula di lokasi itu ada sawah, tempat rakyat menggantungkan harapan hidup. Kalau sisi DAS itu tidak diperbaiki, maka sawah juga terancam amblas. Pemkab jangan abaikan perbaikan jalan ini," ungkap Bence kesal.
Biaya Tinggi
Dengan alasan perbaikan ruas jalan itu berbiaya tinggi, Pemda setempat secara sepihak memindahkan arus lalulintas yang setiap hari memadati ruas jalan itu, dengan mengalihkan perbaikan ruas jalan lain yang dibiayai Dana Pinjaman Daerah (PEN).
"Segmen itu (Terminal Barat-Pasar Pada-red) sudah dihitung, harus penanganan tuntas butuh Rp12 sampai dengan Rp20 miliar. Jadi masih pending, kita bantu dengan hotmixkan jalan dari SD Waikomo dua melewati Pekuburan hingga Pasar Pada," ungkap Paulus Makarous Dolu, anggota DPRD
Kabupaten Lembata.
Perubahan segmen jalan yang akan diperbaiki tersebut justru memberatkan warga yang hingga saat ini masih menggunakan ruas jalan itu.
"Jarak tempuh dari terminal Barat ke Pasar Pada makin jauh. Kami orang kecil ini semakin susah karena semakin panjang jarak tempuh, semakin banyak pula BBM yang harus dikuras," ungkap Bence Buran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Aloysius Muli Kedang enggan berkomentar tentang keengganan Pemda memperbaiki ruas jalan nyaris Putus itu.
Sementara itu, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, mengaku akan membangun komunikasi dengan pengusaha yang hendak memperbaiki ruas jalan yang nyaris putus tersebut. "Nanti saya komunikasikan dulu," ungkap Pj Bupati Lembata, Marsianus Jawa. (OL-13)
Baca Juga: Pembunuh Sopir Taksi Daring yang Buang Jasad Korban di Indramayu Ditangkap
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Pemkab Bekasi menetapkan pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sebagai prioritas 2026. Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembebasan lahan demi mengurai kemacetan kronis.
Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak.
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sejumlah wilayah.
PADA tahun depan, hasil penjualan 100 koleksi perhiasan Universe akan didonasikan untuk membangun dua sekolah, saluran air bersih, dan program peningkatan gizi anak-anak di NTT.
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membina ekosistem kopi artisan dan mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kelas usaha (scaling-up) dan memperluas jaringan pemasaran melalui rantai pasok sektor pariwisata, perhotelan, agribisnis dan perdagangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved