Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar), mulai hari ini, Senin (1/8), kembali melakukan vaksinasi hewan ternak tahap kedua untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sebanyak 200 dosis vaksin telah diterima dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
"Vaksin untuk dosis kedua sudah tersedia dan akan mulai dilasanakan hari ini, total dosis vaksin hewan ternak yang kami terima sebanyak 200 dosis vaksin. Petugas akan memberikan vaksin kepada hewan ternak, dilakukan secara bertahap," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar di Bandung, Senin (1/8).
Menurut Gin Gin, hewan ternak yang diprioritaskan untuk divaksin yaitu sapi perah, sapi bibit dan indukan. Sebelumnya, Dispangtan Kota Bandung telah melakukan vaksinasi hewan ternak pada Juni lalu. Petugas memberikan vaksinasi terhadap hewan ternak yang sehat secara bertahap di lokasi yang terdapat kasus PMK.
Di Kota Bandung terdapat kasus di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Cibiru, Kecamatan Bandung Kulon dan Kecamatan Babakan Ciparay. Ratusan hewan ternak jenis sapi banyak yang terkena PMK.
"Pemkot menganggarkan biaya dari bantuan tidak terduga untuk memenuhi kebutuhan nonvaksin seperti alat perlindungan diri, sepatu dan alat suntik serta yang lainnya," ujarnya.
Baca juga: Kemendagri Tekankan Percepatan Penanganan PMK di Daerah
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum melaporkan PMK pada hewan ternak di Jabar menurun signifikan. Namun demikian Pemprov Jabar akan terus menggenjot vaksinasi pada hewan ternak. Pada tahap awal, vaksin yang telah didistribusi ke kabupaten/kota sebanyak 121.200 dosis dan hingga saat ini berdasarkan laporan yang masuk telah divaksinasikan sebanyak 97.542 ekor atau sebanyak 80,48%.
"Selain melalui vaksinasi, upaya menekan penyebaran PMK juga dilakukan dengan skrining hewan ternak yang didatangkan dari luar Jabar. Demikian juga dengan tim satgas penanganan PMK yang dibentuk sebelumnya masih beroperasi," jelasnya.
Uu menjelaskan, penjagaan terhadap hewan yang datang dari daerah luar Jabar tetap dilaksanakan, artinya tim satgas yang dibentuk oleh Pak Gubernur Ridwan Kamil belum dibubarkan, tetap bisa bekerja. Setelah hari raya Idul Adha, Pemprov Jabar tidak menerima laporan negatif terkait hewan kurban. Ibadah kurban selama Idul Adha terpantau aman dan lancar. Akan tetapi, data menunjukkan bahwa kondisi PMK pada hewan sapi cukup mempengaruhi pelaksanaan ibadah kurban pada tahun ini.
"Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah total hewan kurban (sapi, kerbau, domba, dan kambing) tahun 2022 sebanyak 167.145 ekor. Jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebanyak 219.536, terjadi penurunan penyembelihan hewan kurban sebanyak 24%," terangnya.
Dari jumlah tersebut, kata Uu, hewan sapi yang disembelih sebanyak 46.800 ekor, atau menurun 31% dari tahun sebelumnya yang mencapai 68.167 ekor. Namun hewan kurban domba, kambing dan kerbau mengalami peningkatan meski dengan jumlah yang tidak cukup besar. Pemotongan kurban untuk ternak Domba sebanyak 118.248 ekor (naik 2%), kambing sebanyak 40.718 ekor (naik 18 persen), dan kerbau sebanyak 631 ekor (naik 15 persen).
"Saya ucapkan syukur alhamdulillah, bahwa di saat Hari Raya Idul Adha tidak ada hal-hal yang mengecewakan. Semuanya berjalan dengan lancar, sekalipun ada PMK tapi tetap lancar. Masyarakat tidak kekurangan daging dan hewan ternak untuk berkurban," tuturnya.
Tercatat per tanggal 28 Juli 2022, PMK telah menyebar di 27 kabupaten/kota, 347 kecamatan dan 808 desa/keluarahan di Jabar. Jumlah ternak tertular 50.836 ekor, dengan perincian 34.086 ekor sapi perah, 14.962 ekor sapi potong, 422 ekor domba/kambing, dan1.366 ekor kerbau. Pasca-penanganan yang telah dilakukan hingga 28 Juli 2022, tersisa kecamatan yang masih ada kasus PMK 185 kecamatan (53,3 persen), 331 desa (40,9 persen), serta kasus aktif pada ternak sebanyak 15.156 kasus (50 persen).(OL-5)
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Bandung Jaga Kesehatan Hewan (Bangsawan Expo) pada Sabtu (14/2).
DINAS Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung turut mengambil peran aktif dalam penanganan bencana longsor di wilayah Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
BENCANA longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pengawasan ketat.
Pemkot Bandung memberi bantuan yang difokuskan pada upaya evakuasi korban serta operasional dapur umum bagi warga terdampak bencana longsor di Cisarua
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) melarang penggunaan insinerator mini untuk mengolah sampah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved