Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSINASI covid-19 dosis penguat (booster) kedua sudah mulai dilakukan oleh pemerintah pusat. Penerima vaksinasi booster kedua itu difokuskan bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
Namun, Sumatra Selatan belum melaksanakan vaksinasi booster kedua untuk tenaga kesehatan (nakes) karena masih menunggu petunjuk teknis untuk pelaksanaannya.
"Untuk di Sumsel belum melakukan vaksinasi booster kedua, karena kita masih menunggu juknisnya dari pusat," kata Kepala Dinas
Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, saat dihubungi Minggu (31/7).
Menurutnya, surat edaran dari pusat sebetulnya sudah ada namun untuk juknisnya belum ada. Untuk itu, pihaknya masih menunggu juknis dari pusat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Ferry Yanuar membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu juknis terlebih dahulu.
"Kita belum mendapat petunjuk teknisnya seperti apa, misal booster kedua ini berapa ml dan bagaimana jenis vaksinnya apakah harus sama seperti booster pertama atau boleh berbeda. Semua itu masih menunggu juknisnya dari pusat," katanya.
Baca juga: Ratusan Warga Desa Purwasedar Usai Santap Nasi Bungkus Muntah-muntah
Menurutnya, adapun untuk ketersediaan vaksin sendiri tidak ada masalah. Berdasarkan data yang ada, masih ada 268 ribu dosis vaksin di Sumsel.
Dengan rincian vaksin Covovax 38 ribu dosis, Pfizer 62 ribu dosis, Moderna 13 ribu dosis, Astrazeneca 35 ribu dosis, dan Sinovac 72 ribu dosis.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri menambahkan, jika nanti juknisnya sudah turun, pihaknya siap segera melaksanaan vaksinasi booster kedua.
"Tidak perlu persiapan, kalau ada juknisnya kita laksanakan. Untuk booster kedua ini jika sudah ada juknisnya langsung saja, tidak perlu launching atau persiapan khusus," katanya.
Menurutnya, tidak ada syarat khusus untuk vaksinasi booster kedua, yang jelas nakes dan sudah vaksin booster pertama minimal enam bulan.
"Semua menjadi prioritas, rakyat juga prioritas tergantung tahapan pemberiannya saja. Karena nantinya juga dapat semua, tergantung juga
ketersediaan vaksin," katanya.
Sedangkan berdasarkan data yang ada capaian vaksinasi booster pertama di Sumsel baru 18,96% atau 1.034.358 yang sudah divaksin, dari target 7,2 juta. (OL-16)
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
GUBERNUR Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, meniadakan open house pada lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah dan meminta masyarakat untuk perkuat silaturahmi dengan keluarga
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved