Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/7/2022), memasang rambu rambu peringatan dini bencana.
Pemasangan 15 rambu-rambu peringatan dini tersebut sebagai upaya mitigasi terhadap ancaman bencana tsunami, gunung meletus dan abrasi yang sesewaktu mengancam warga di Kabupaten Lembata.
Kalak BPBD Kabupaten Lembata, Sipri Meru melalui Kabid Kesiapsiagaan, Andris Koban, ST.,MM, menjelaskan, pemasangan rambu-rambu peringatan dini tersebut merupakan program BPBD Lembata yang disuport dari BPBD Propinsi Nusa Tenggara Timur.
"Ada 15 titik pemasangan rambu peringatan dini yang disesuaikan dengan titik koordinat ancaman bencana yang telah ditetapkan, yakni di Kelurahan Lewoleba Timur, Kelurahan Selandoro, Kelurahan Lewoleba Tengah, kelurahan Lewoleba Utara, desa Lamatokan, Desa Dikesare, Desa
Tapobaran, Desa Kolontobo, Desa Nubaatalojo, Desa Atakera, Desa Lerek, Desa Muriona, desa Tagawiti, desa Watodiri dan Desa Babikerong," ungkap Kalak BPBD Lembata, Siprianus Meru.
Ia menjelaskan, pemasangan rambu rambu peringatan dini ancaman tsunami, letusan gunung berapi dan abrasi itu, guna meningkatkan kesiapsiagaan warga Lembata akan ancaman bencana yang sesewaktu dapat terjadi. (OL-13)
Baca Juga: Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Landa NTT
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved