Selasa 26 Juli 2022, 16:55 WIB

Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Landa NTT

Palce Amalo | Nusantara
Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Landa NTT

DOK.MI
Ilustrasi gelombang tinggi

 

ANGIN kencang berkecepatan 25-30 knot melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (26/7) hingga Kamis (28/9).

Selain angin kencang, perairan NTT juga dilanda gelombang tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dan angin kencang tersebut agar masyarakat selalu waspada saat beraktivitas di pesisir pantai.

Perairan yang perlu diwaspadai karena gelombang tinggi dan angin kencang ialah Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu bagian utara, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Sumba dan Sabu, perairan selatan Kupang hingga Rote, dan Samudra Hindia selatan Kupang hingga Rote. Sedangkan tinggi gelombang di perairan lainnya antara 1,25-2,5 meter.

"Waspada gelombang laut dan angin kencang. Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang saat ini," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Syaeful Hadi, lewat keterangan tertulis, Selasa.


Baca juga: 60 Persen Warga Padang Berada di Zona Merah Tsunami


Angin kencang dan gelombang tinggi berisiko terhadap keselamatan pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, dan fery. Meskipun terjadi
angin kencang dan gelombang tinggi, belum ada laporan penundaan operasional kapal penumpang. Kecuali kapal nelayan yang menunda berlayar yang mengakibatkan harga ikan di pasar melonjak.

Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba, Kelurahan Fatubesi, harga ikan kakap merah ukuran besar melonjak sampai Rp250.000 per ekor dari harga normal Rp150.000 per ekor. Untuk kakap merah ukuran sedang dijual sebesar Rp150.000 per ekor dari harga sebelumnya Rp80.000 per ekor. Selain harga melonjak, stok ikan jenis ini juga terbatas.

Selain itu, harga ikan tembang dijual Rp20.000 per delapan ekor dan kombong ukuran kecil dijual Rp20.000 per 10 ekor. "Saat ini tangkapan
nelayan berkurang, harga ikan melonjak," kata Andrey, pedagang ikan setempat.

Berkurangnya tangkapan ikan juga disebabkan banyak nelayan memilih tidak melaut. (OL-16)

 

Baca Juga

dok.ist

Pujakesuma Nilai Ganjar Konsisten Rawat Seni Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:45 WIB
ORGANISASI Pujakesuma menilai Ganjar Pranowo selalu memperhatikan nasib para pelaku seni di wilayahnya dan selalu terbuka dalam diskusi...
dok.Ant

Harga Cabai Rawit Di Bangka Masih Bertengger Rp97 Ribu Perkilo

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:57 WIB
HARGA cabai rawit di pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih tergolong tinggi, meski  sudag turun tetap tinggi dibanding...
dok.ist

OMG Jatim Beberkan Alasan Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:53 WIB
RIBUAN anak muda  gabungan dari  Kabupaten/ Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan sepakat ikut serta dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya