Sabtu 23 Juli 2022, 22:20 WIB

Pembunuh Istri Siri di Sidoarjo Diringkus Polisi

Heri Susetyo | Nusantara
Pembunuh Istri Siri di Sidoarjo Diringkus Polisi

MI/HERI S
Polisi mengungkap pelaku pembunuhan istri siri yang sempat buron selama sepekan di Mapolres Kota Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (23/7).

 

SEMPAT melarikan diri selama sepekan, aparat Reskrim Polresta Sidoarjo akhirnya berhasil meringkus Asif Junaedin, 52, pelaku pembunuhan istri sirinya sendiri Suwiarsih, 39. Pelaku ditangkap di sebuah masjid di kawasan Yogyakarta, pada Jumat (22/7) kemarin.

Tersangka tega membunuh istrinya di kamar rumah di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (16/7) lalu. Namun, aksi pembunuhan tersebut baru diketahui keluarga pada Senin (18/7) pagi.

Usai membunuh, pelaku kabur dengan membawa kartu ATM dan telepon genggam milik korban, serta anak kandung korban. Dalam pelariannya, pelaku sempat berpindah-pindah tempat ke Malang dan Blitar, hingga akhirnya tertangkap di sebuah masjid kawasan Jogokariyan, Yogyakarta, DIY.
 
Kepada polisi, tersangka mengaku khilaf menghabisi nyawa istrinya akibat dibakar api cemburu. Pasangan suami istri tersebut diketahui warga sekitar sering cekcok.


Baca juga: Tiga Anak Tewas Terseret Arus di Sungai Tembuku Jambi

 
Pelaku membunuh istrinya dengan cara mencekik dan membekap dengan bantal. Korban juga sempat dibanting pelaku, sebelum tewas dicekik.

Pelaku merupakan warga Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, sehari-harinya berprofesi sebagai sopir. Dia juga mengaku pernah menjadi jurnalis di dua media online wilayah Pasuruan Jawa Timur. Pelaku diketahui memiliki empat istri di tempat berbeda.
 
"Saya punya tiga istri kawin resmi di KUA, sementara yang terakhir ini nikah siri," kata Asif di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (23/7).
 
Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan bahwa motif pembunuhan karena cemburu. Pelaku panas saat melihat dua bekas tanda merah di dada korban.
 
"Pelaku mencekik korban dan membekap dengan bantal hingga tewas," kata Kusumo.
 
Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal berlapis, pasal 338 atau pasal 365 ayat 3 KUHP, atau pasal 351 ayat 3 KUHP. Ancamannya 15 tahun penjara. (OL-16)

Baca Juga

dok.Ant

Peredaran 750 liter Miras Captikus ke Gorontalo Digagalkan Polres Bolmong

👤Voucke Lontaan 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 14:00 WIB
PETUGAS Polres Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, gagalkan penyelundupan 750 liter minuman keras tradisional (Captikus) tanpa...
Antara/Bayu Pratama

IKN Nusantara Jadi Harapan Pemerataan Pembangunan

👤Deny Susanto 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:34 WIB
Pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur membawa dampak pemerataan pembangunan bagi daerah penyangga, antara lain Kalimantan...
MI/Denny S

Rayakan HUT Kemerdekaan ke 77 RI, Nasdem Bali Tanam 3 Ribu Mangrove

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:25 WIB
KADER dan pengurus Partai Nasdem Bali merayakan HUT Kemerdekaan ke 77 RI dengan menanam 3.000 mangrove secara bersamaan pada lima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya