Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dua hari berunjuk rasa di halaman sekolah SDK Apinggoot, Desa Umagera, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, tuntutan orang tua murid dipenuhi pihak sekolah.
Aksi para orang tua murid sejak Selasa-Rabu (19-20 Juli) yang membawa sejumlah pamflet bertuliskan diantaranya berbunyi; "Kami Mau Guru Honor Putra-Putri Desa Umagera" , " Kami Menolak Guru Honor dari Luar Desa Umagera" dan "Kami Tolak Nepotisme, Kami Butuh Transparansi dalam Penerimaan Guru Honor" akhirnya berbuah hasil. Setelah melalui diskusi yang alot dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Herry Sales.
Kepada mediaindonesia.com, Jumat (22/7), Herry Sales mengatakan terpaksa turun langsung ke sekolah SDK Apinggoot guna menyelesaikan permasalahan antara orang tua murid dan manajemen sekolah. Khususnya terkait penerimaan guru honor, karena orang tua murid menolak guru honor di sekolah tersebut yang bukan merupakan putra-putri dari Desa Umagera.
Herry menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi di SDK Apinggoot adalah kebutuhan guru yang menggunakan sumber dana yang berasal dari orang tua murid (dana komite) sehingga para orang tua murid meminta agar merekrut guru honorer yang berasal dari Desa Umagera. Namun, permintaan orang tua murid ini tidak digubris oleh pihak sekolah sehingga terjadi aksi demo.
"Kemarin saya langsung turun ke lokasi. Saya datang ke kesana untuk mencari solusi bukan untuk berpihak kepada siapapun. Jadi saya bersama pihak sekolah, orang tua murid dan pihak dari kecamatan melakukan rapat bersama agar bisa ambil titik terang untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi keputusan saat rapat bersama adalah memakai tenaga guru honorer sesuai potensi yang ada di Desa Umagera," ujar dia.
Ia menegaskan, bukan memenuhi permintaan orang tua murid tetapi sesuai dengan kebutuhan sekolah ini yang membutuhkan guru honorer. Apalagi pembiayaan guru honorer selama ini berasal sumber dana dari orang tua murid melalui dana komite sekolah.
"Intinya kita melihat kebutuhan, kalau memang ada SDM-nya di Desa Umagera diambil dari Desa Umagera. Kalau SDM-nya tidak ada bisa dari desa lain," ujar Herry Sales.
Salah satu koordinator aksi orang tua murid SDK Apinggoot, Maria Ana Alexa mengaku sebenarnya orang tua murid tidak melakukan aksi demo. Hal ini dikarenakan beberapa kali pertemuan dengan pihak sekolah terkait tuntutan orang tua murid tidak terpenuhi. Malah, dengan diam-diam pihak sekolah merekrut guru honorer dari luar Desa Umagera.
"Di Desa Umagera ini juga punya anak-anak Sarjana pendidikan dasar. Kenapa pihak sekolah harus rekrut guru honorer dari luar. Kecuali, di Desa Umagera tidak ada sarjana pendidikan sekolah dasar. Ya itu silahkan saja. Kita sudah sampaikan ke pihak sekolah. Jadi kami demo karena tidak setuju terhadap manajemen SDK Apinggoot yang menerima guru honor dari luar Desa Apinggoot padahal di kita ada SDMnya," papar dia.
Ia pun beralasan mengapa perekrutan guru honor harus berasal dari putra dan putri asal Desa Umagera, dikarenakan mereka mengenal situasi dan kondisi wilayah ini. Selain itu, mereka memenuhi persyaratan terutama dalam hal sarjana pendidikan sekolah dasar.
"Kalau orang tua murid tidak berdayakan mereka, nanti mereka kemana lagi. Apalagi uang honorer guru disini dari kami orang tua yang bayar. Pasti orang tua murid menginginkan yang diberdayakan itu adalah anak-anak yang berasal dari Desa Umagera. Ketika tidak ada putra-putri asli yang bisa mengajar, boleh diambil dari bukan wilayah setempat. Jadi sudah ada keputusan bahwa perekrutan guru honor berasal dari Desa Umagera," tegas dia. (OL-13)
Baca Juga: Ortu Murid Tolak Guru Dari Luar Desanya Mengajar di SDK Apinggoot
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Sayangnya, ekosistem berupa tanaman penyangga pantai, dibiarkan tanpa adanya tanda-tanda reklamasi.
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menggelar pelatihan pengelolaan sampah
Kematian tragis ibu hamil Maria Yunita dan bayinya di Kabupaten Sikka, NTT, memicu kecaman keras dari masyarakat dan organisasi masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka mendukung penuh pelaksanaan Festival Maumerelogia 5 yang akan berlangsung pada 15-24 Mei 2025.
Sebanyak empat orang yang diduga sebagai aktor intelektual di balik kasus Hak Guna Usaha (HGU) Tanah Nangahale di Kecamatan Talibura, Kabupaen Sikka, dilaporkan ke Polda NTT.
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved