Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat ada 15 sekolah dasar yang berpotensi digabung karena kekurangan murid setiap penerimaan siswa baru.
Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Gunungkidul Taufik Aminunddin di Gunungkidul, Selasa (19/7), mengatakan, dari 15 sekolah dasar yang berpotensi digabung itu, hingga Juli ini baru SD Negeri Candirejo 2 di Kalurahan Candirejo yang siswanya digabungkan dengan sekolah lain.
"Adapun penggabungan dilaksanakan di awal Februari lalu, sedangkan 14 sekolah lainnya belum bisa terlaksana karena harus disosialisasikan
kepada sekolah, komite, dan tokoh masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan kajian terhadap sekolah-sekolah yang berpotensi digabung karena kekurangan siswa, khusus 14 SD yang belum digabung. Ia berpendapat, meski ada kekurangan murid tak lantas bisa langsung digabung.
Baca juga: Disdik Jabar Tegaskan tidak Ada Perpeloncoan selama MPLS
"Kami lihat dulu. Misal di kawasan itu ada sekolah lain atau tidak. Yang jelas, apabila dalam tiga tahun jumlah murid kurang dari 60 siswa,
maka masuk kajian untuk digabung," ujar Taufik.
Mantan Guru SD Negeri Candirejo 2 Pramesti Utami mengatakan dirinya sudah dipindah mengajar di SD Negeri Bulurejo 2 di Kapanewon Semin, setelah sekolah lama digabung dengan sekolah lainnya.
"Dulu saya memang mengajar di SD Negeri Candirejo 2, tapi setelah digabungkan pada Februari lalu, maka pindah ke sekolah lain," katanya.
Menurut dia, penggabungan dilakukan karena jumlah murid yang tidak memenuhi standar penyelenggaraan belajar mengajar. Sebelum ditutup, total siswa dari kelas satu hingga enam berjumlah 25 anak.
"Idealnya satu rombongan belajar dalam satu kelas ada 20 anak, tapi itu tidak bisa terpenuhi," katanya. (Ant/OL-16)
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved