Sabtu 16 Juli 2022, 10:30 WIB

Petani di Lahan Gambut Desa Daya Kesuma Mulai Pertanian Ramah Lingkungan

Dwi Apriani | Nusantara
Petani di Lahan Gambut Desa Daya Kesuma Mulai Pertanian Ramah Lingkungan

MI/Dwi Apriani
Penanaman jagung di lahan gambut, Desa Daya Kesuma, Musi Banyuasin, Sumsel dengan metode pertanian ramah lingkungan.

 

DESA Daya Kesuma di Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, menjadi salah satu pilot projek pertanian ramah lingkungan. Dimulai dengan bertanam jagung di area 3 hektar, lahan gambut tersebut diolah sebagai model usaha tani yang ramah lingkungan, tanpa membakar, menuju pertanian semi organik-organik.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Edil Fitri mengatakan, kebiasaan petani menggunakan pupuk kimia dan pestisida di kebun dan lahan mereka sulit dihilangkan. Namun ini juga yang membuat petani kesulitan saat pupuk mengalami kenaikan harga.

Untuk itu, pemerintah bekerjasama dengan multi stakeholder berupaya mencari solusi untuk permasalahan itu. "Dan Alhamdulillah, Banyuasin terpilih menjadi satu dari dua kabupaten di Sumsel yang laksanakan pilot projek pertanian ramah lingkungan," jelas Edil, kemarin.

Diakui Edil, pihaknya sudah lama menantikan adanya upaya mencari solusi mengurangi atau mengganti penggunaan pupuk kimia dan pestisida. "Dengan adanya pilot projek ini, harapan kami masyarakat bisa memanfaatkan dan serap semua ilmu dalam pelatihan pembuatan pupuk organik dan metode bertanam dan berkebun dengan pupuk organik ramah lingkungan itu," jelasnya.

Edil menjelaskan, di Banyuasin ada dua desa yang menjadi lokasi pilot projek. Tak hanya di Desa Daya Kesuma, hal yang sama juga dilakukan di Desa Baru Kecamatan Rambutan.

Bedanya, di Desa Baru bukan hanya tanaman jagung saja, melainkan ada berbagai tanaman yang dikembangkan dengan pertanian ramah lingkungan yakni padi dan hortikultura lainnya.

"Jika petani sudah menerapkan pertanian ramah lingkungan, tentunya tujuan akhirnya akan mampu memulihkan fungsi lingkungan dan menciptakan opsi penghidupan bernilai ekonomi di sekitar lahan gambut," jelasnya.

Apalagi, kata dia, Desa Daya Kesuma dan Desa Baru berada diatas lahan gambut yang memang sudah seharusnya memanfaatkan pertanian ramah lingkungan.

"Dan dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan ini, kami dibantu oleh ICRAF Indonesia, lewat program Peat-IMPACTS yang bermitra dengan Forum DAS Sumsel. Karena itu, kami mengapresiasi para petani di desa ini karena ikut serta mensukseskan pertanian ramah lingkungan di daerah ini. Harapan kita nantinya dari pelatihan-pelatihan yang sudah diberikan bisa diserap dan dibagikan dan disebarluaskan ilmunya ke petani di desa lain," jelas Edil.

Kepala Desa Daya Kesuma, Jumali mengatakan, di desa tersebut ada 16 kelompok petani yang memang fokus utamanya adalah tanam jagung. "Kami selama ini menggunakan pupuk kimia, sebelum ICRAF dan semua pihak terkait datang yang memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos. Dan saat ini permasalahan para petani adalah pupuk kimia yang mahal sehingga petani di desa ini mulai menggunakan pupuk organik," jelasnya.

Dengan alasan itulah, para petani di Desa Daya Kesuma sangat berantusias dengan adanya projek pertanian ramah lingkungan itu.

"Kami bersyukur karena desa kami menjadi pilot project. Selain dibantu dalam pelatihan pupuk organik, pihaknya juga terbantu dengan adanya sarana dan prasarana dari berbagai stakeholder tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Gerhard Manurung, perwakilan ICRAF untuk proyek Peat-IMPACTS Indonesia mengatakan, pengembangan pertanian ramah lingkungan dengan penyiapan lahan tanpa bakar dan penggunaan pupuk organik merupakan model usaha tani yang potensial untuk dikembangkan melalui pengembangan usaha penyewaan alat produksi pertanian (alsintan), pembukaan lahan tanpa bakar dan pembuatan pupuk organik.

"Untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan ini, peran masyarakat desa dan mitra atau pihak lain seperti lembaga pemerintah, perusahaan, pedagang, penyuluh, dan lainnya dalam mengelola lahan gambut maupun lahan di sekitarnya sangat penting," kata dia.

Diakuinya, penguatan kapasitas untuk mendukung pertanian ramah lingkungan juga sangat penting. "Hasil yang kita harapkan adalah peningkatan penghidupan petani yang dibarengi dengan terjaganya fungsi ekosistem gambut, terutama pengurangan kejadian kebakaran lahan," terangnya.

Saat ini pihaknya memulai projek tanam jagung dilahan seluas 3 hektar di Desa Daya Kesuma. Ditarget pada akhir 2023 pihaknya sudah mendapatkan hasil dari pertanian ramah lingkungan yang sudah dilakukan itu. (OL-13)

Baca Juga: Menikmati Kesejukan dan Kedamaian di Wisata Spiritual Umbul Jumprit

Baca Juga

dok.ist

Meriahkan HUT RI, Relawan Des Ganjar Gaungkan Nilai Patriotisme dan Cinta Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 09:31 WIB
JARINGAN relawan Des Ganjar Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memperingati HUT ke-77 RI dengan menggelar beragam perlombaan yang sangat...
Antara

Cegah Penyebaran PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Lima Pasar Hewan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 09:27 WIB
Pemerintah Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah masih memperpanjang waktu penutupan lima pasar...
Dok. Pribadi

Persiapan Jelang HUT Provinsi Maluku ke-77 Sudah 90 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:55 WIB
Pelaksanaan rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Maluku dalam rangka HUT Provinsi Maluku ke-77 akan berlangsung pada pukul 14.00 WIT,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya