Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI potensi dampak dari kemarau di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai diantisipasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Utamanya potensi krisis air bersih yang biasanya terjadi di wilayah tersebut saat kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Whardhani, menuturkan sampai saat ini secara teknis di Kota Sukabumi belum ada penetapan status siaga darurat kekeringan. Penetapannya akan dilakukan sesuai arahan dari BPBD Provinsi Jawa Barat.
"Untuk prediksi (bencana), itu biasanya ditetapkan provinsi. Jadi sampai saat ini kami masih menunggu," kata Imran, Rabu (13/7).
Namun demikian, sebut Imran, upaya antisipasi bakal terjadinya potensi kemarau harus dilakukan sejak sekarang. Utamanya penanganan ketika terjadi krisis air yang biasanya berpotensi saat kemarau.
"Untuk antisipasi, kita nanti akan berkoordinasi dengan PDAM, PMI, ataupun dengan Dinas PUTR untuk menyiagakan mobil tangki yang digunakan mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami dampak kemarau," sebut Imran.
Potensi lain dampak kemarau di Kota Sukabumi, lanjut Imran, yakni kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Potensinya bisa dipicu hal kecil, di antaranya seperti pembakaran ilalang secara sembarangan oleh masyarakat.
"Saat kemarau, lahan akan mudah terbakar kalau kena percikan api. Itu juga harus diwaspadai," tuturnya.
Karena itu, Imran mengimbau masyarakat sejak sekarang bisa menghemat penggunaan air. Artinya, masyarakat harus lebih bijak menggunakan air untuk kebutuhan yang sifatnya penting.
"Kami juga mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan. Harus lebih berhati-hati karena saat kemarau akan mudah terbakar," pungkasnya. (OL-15)
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved