Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sulawesi Tengah, mengimbau masyarakat aktif melapor jika menemukan gejala klinis yang mirip dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjangkiti hewan ternak di setiap wilayah yang ada di provinsi itu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disbunnak Sulteng, Dandy Alfita mengatakan pihaknya bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota di Sulteng telah membentuk satuan tugas yang siap melakukan tindakan cepat.
"Ketika menerima laporan, satgas langsung bertindak. Hal utama yang dilakukan mengecek, jika memenuhi unsur PMK pasti akan ditangani lebih lanjut," terangnya di Palu, Selasa (5/6).
Menurut Dandy, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran dari Gubernur Sulteng, terkait peningkatan kewaspadaan terhadap wabah PMK ke kabupaten dan kota. Satgas atau gugus tugas, lanjutnya, sudah dibentuk sampai di tingkat bawah, untuk mengantisipasi jika ada ternak-ternak yang mengalami gejala seperti PMK, misalnya air liur berlebihan, panas menggigil, atau sariawan di lidah.
"Tindakan lebih lanjut satgas lakukan, yakni hewan bersangkutan akan menjalani isolasi terlebih dahulu, lalu diambil sampelnya oleh petugas untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium," ungkap Dandy.
Terkait pencegahan penyebaran PMK di wilayah Sulteng, Disbunnak juga telah memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak. Hal itu untuk memastikan jika ada hewan ternak yang masuk Sulteng betul-betul telah memenuhi syarat, seperti memiliki surat keterangan yang menyatakan hewan tersebut berasal dari daerah yang bebas dari penyakit hewan menular, serta dokumen kesehatan hewan lainnya.
"Yang pasti pengawasan sangat ketat dilakukan di Sulteng. Dan Alhamdulillah sampai saat ini PMK belum ditemukan masuk Sulteng," tandas Dandy. (OL-15)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan dan pemeriksaan sesudah.
Baznas menilai Banyuwangi sebagai lokasi strategis untuk mengembangkan program pemberdayaan.
Kabupaten Blora dipilih sebagai lokasi pengembangan Balai Ternak karena memiliki potensi besar dalam bidang peternakan domba.
Pemilihan Trenggalek sebagai lokasi program didasarkan pada potensi lokal yang tinggi dalam pengembangan peternakan domba.
Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya Baznas dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal.
JELANG perayaan Idulfitri, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal di seluruh Indonesia.
Kementan distribusikan obat dan vitamin untuk ternak yang selamat dari banjir Bekasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved