Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang merupakan proyek pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah di Kota Solo, pada Selasa sore (28/6) mulai tahap commisioning, setelah memgalami progres pembangunan sejak Oktober 2019.
Direktur PT. Solo Citra Metro Plasma Power (SCMP) selaku pemenang tender terbuka pelaksana proyek PLTSa Putri Cempo, Erlan Syuherlan mengajak keliling Sekda Kota Solo Ahyani bersama Ketua DPRD Kota Budi Prasetyo dan Ketua Fraksi PDIP YF Sukasno pada area 4 unit mesin pembangkit yang ada di kompleks TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Putri Cempo.
Dia menjelaskan, bahwa tahapan commisioning ini merupakan pengujian dengan mengecek apakah sistem itu sudah berjalan dengan baik, dan mampu menghasilkan listrik. " Commisioning ini untuk membuktikan bahwa sampah bisa dijadikan listrik, itu saja," kata Erlan.
Dia katakan, hingga tahap uji coba sistem mesin pengolah gasifikasi menjadi listrik di PLTSa Putri Cempo ini baru terpasang 4 unit, dari total 8 unit mesin, yang ditarget bisa terpasang dan beroperasional penuh pada Desember 2022.
"Jika semua sesuai jadwal dan target, maka PLTSa Putri Cempo ini akab menjadi solusi bagimana mengatasi sampah di Solo ini menjadi energi ramah lingkungan, dalam wujud listrik," kata dia.
Lebih jauh dia paparkan, dengan melihat rangkaian mesin yang sudah bisa jalan, kita berharap dukungan, agar tahap lanjutan bisa diselesaikan. Dengan begitu akan segera terjawab pertanyaan selama ini, apakah sampah bisa diubah menjadi listrik.
PLTSa Putri Cempo untuk pengolahan sampah menjadi gasifikasi, yang kemudian dikonversi menjadi listrik ini tiap hari membutuhkan sampah yang sudab dipilah dan kering sebanyak 510 ton, yang merupakan campuran sampah lama dan baru.
Jika sudah terpasang semua pada akhir tahun, maka PLTSa Putri Cempo mampu memproduksi 8 Mega Watt, yang mana 5 MW dijual ke PLN, dan 3 MW untuk dikelola kepentingan pembangkit.
Sekda Kota Solo Ahyani menjelaskan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan PLTSa ini kedepan, Pemkot akan menerapkan konsep sampah regional Subosukowonosraten (Surakarta/Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Karanganyarndan Klaten ).
"Hal ini perlu,karena hanya mengandalkan sampah warga Solo yang hanya 310 ton per hari sangat kurang. Karena itu butuh dukungan dari tetangga. Misal Palur dan Kartosuro, sudah kita koordinasi, dan nanti akan ditinsaklanjuti antar kepala daerah," tutur Ayani usai meninjau keliling PLTSa Putri Cempo. (OL-13)
Baca Juga: Anies Sebut PLTSa Bantargebang Solusi Atasi 7.800 Ton Sampah DKI
Penguatan kepemimpinan kepala sekolah merupakan bagian kunci dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo.
Walikota Respati Ardi menyediakan banyak lokasi untuk ragam perayaan malam tahun baru dengan ekspresi berkesenian, dan yang bersifat konteplatif, reflektif dan doa.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, memastikan Pemkot Solo telah bersinergi dengan Polri dan instansi terkait untuk langkah mitigasi bencana secara terpadu.
Posisi strategis Solo sebagai pusat hubungan antara Jawa Barat dan Jawa Timur.
BLUEBIRD Group memperluas layanan taksinya ke Kota Solo yang punya pertumbuhan ekonomi positif di Jawa Tengah. Solo menjadi kota kedua Bluebird di provinsi ini setelah Semarang.
Prabowo bersama Sheikh Theyab dijelaskan seputar fasilitas rumah sakit.
Setiap hari, Jakarta memproduksi sekitar 8.300 ton sampah yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
ECO Enzyme dikenal sebagai cairan serbaguna yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai, hingga untuk mengelola sampah organik.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
ANGGOTA Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak, menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam Rapat Komisi yang berlangsung pada Selasa (20/1).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved