Minggu 26 Juni 2022, 16:45 WIB

Banjir Rob Masih Merendam Pekalongan, Pengungsi Bertambah

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir Rob Masih Merendam Pekalongan, Pengungsi Bertambah

ANTARA/Harviyan Perdana Putra/
Banjir rob yang melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, 25 Mei 2022 lalu.

 

GELOMBANG pengungsian kembali terjadi setelah tanggul Sungai Meduri, Pekalongan, Jawa Tengah, kembali jebol hingga mengakibatkan banjir air laut pasang (rob) melanda dua daerah di pantura itu.

Pemantauan Media Indonesia hingga Minggu (26/6) dini hari, jumlah pengungsi di bekas gedung Kelurahan Kraton Kidul, Kota Pekalongan, terus bertambah. Sebelumnya saat beberapa jam banjir rob datang jumlah baru tercatat 28 jiwa, namun kini bertambah hingga 54 jiwa.

Banjir rob di Kabupaten dan Kota Pekalongan itu kembali terjadi akibat tanggul Sungai Meduri kembali jebol sepanjang 26 meter, sehingga volume air yang sudah meninggi karena air laut pasang langsung membanjiri perkampungan penduduk di kawasan tersebut dengan ketinggian air 20-80 sentimeter.

"Awalnya kami belum berniat mengungsi, tapi perbaikan tanggul Sungai Meduri yang jebol belum selesai dan rob terus naik hingga pinggang orang dewasa membuat kami takut," ujar salah seorang pengungsi.

Para pengungsi di bekas gedung Kelurahan Kraton Kidul ini, demikian Garwo, 41, pengungsi lainnya merupakan warga Kelurahan Pasir Kraton Kramat, karena banjir tidak kunjung surut dan masuk ke dalam rumah hingga mencapai 50 cm.


Baca juga: Ratusan Warga Tasikmalaya Keracunan Nasi Kotak Hajatan Pernikahan


"Mereka yang masih banyak yang bertahan karena rumahnya cukup tinggi," imbuhnya.

Berdasarkan data diterima, banjir rob kali ini telah merendam ribuan rumah di tiga Kabupaten Pekalongan yakni Mulyorejo, Karangjompo, dan Tegaldowo, serta Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan juga terus meluas, bahkan jumlah desa dan kelurahan di dua daerah di pantura terendam tersebut juga bertambah.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan banjir rob terjadi karena air laut pasang naik hingga mencapai 1,1 meter, sehingga di muara sungai air naik melalui Sungai Meduri, Sungai Loji, Sungai Banger, dan Sungai Gabus.

Selain sungai penuh, lanjut Dimas, kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Meduri sepanjang 30 meter, sehingga diupayakan penambalan guna meminimalisasi banjir rob. "Kita sudah lakukan evakuasi
terhadap warga untuk diungsikan," pungkasnya. (S-2)

 

Baca Juga

Ist

Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tomohon Optimalisasi Peran Nakes

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 07:37 WIB
Prevalensi nagka stunting Kota Tomohon sendiri berada di angka 18,3%. Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi...
MI/HO

Ulama di Cirebon Doakan Ganjar Pranowo

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 03:02 WIB
ribuan orang yang hadir juga memanjatkan doa dipimpin oleh Kyai Abdul Munif untuk Ganjar Pranowo serta harapannya bagi Indonesia yang...
DOK MI

Siswi SMP Korban Kekerasan Seksual Di Pati Dalam Tahap Pemulihan

👤Widhoroso 🕔Senin 08 Agustus 2022, 00:55 WIB
MENTERI Sosial Tri Rismaharini menyampaikan siswi SMP berinisial N (15 tahun) di RSUD Soewondo, Pati, Jawa Tengah yang menjadi korban...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya