Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN catatan Pemprov Sumatra Selatan (Sumsel), hingga saat ini ada 348 ekor sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
Dari ratusan sapi tersebut, 99 ekor di antaranya sudah sembuh. Lalu, 22 ekor potong bersyarat, 7 ekor mati dan sisanya kasus sakit 220 ekor.
"Jika melihat data yang ada, 220 ekor yang sakit, baru 0,03% dari jumlah populasi sapi di Sumsel, yang kisarannya mencapai 305 ribu ekor," jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi, Kamis (23/6).
Baca juga: Pemerintah Setujui Pengadaan 29 Juta Dosis Vaksin PMK dengan dana Covid-19
Pihaknya masih menunggu terkait vaksinasi PMK untuk wilayah Sumsel. Sejauh ini, Pemprov Sumsel telah mengusulkan alokasi vaksin PMK sebanyak 500 ribu dosis.
"Vaksin yang diminta itu tak hanya diperuntukkan bagi sapi saja. Tapi, juga untuk kambing, kerbau dan babi. Sumsel belum masuk zona merah, kita masih zona 3, sehingga belum menjadi prioritas mendapatkan vaksin," terangnya.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel Jafrizal mengatakan PMK merupakan penyakit yang mudah menyebar.
"PMK ini memang mudah menyebar dan gejala sakitnya juga mudah dikenali. Meskipun mudah menyebar, tingkat kesembuhannya juga tinggi," ungkap Jafrizal.
Baca juga: Vaksinasi PMK Rambah Kabupaten Malang
Menurutnya, tingkat kesembuhan dari gejala penyakit ini bisa mencapai 98%, asalkan dilakukan pengobatan secepatnya. Jangan sampai penyakit dibiarkan sampai merusak kuku hewan.
"Segera lakukan pengobatan dini untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Penyakit ini walau cepat menyebar, tapi kematian rendah dan lekas membaik bila diobati," tuturnya.
Adapun untuk pengobatan hewan bisa dilakukan secara injeksi. Peternak sebaiknya minta pertolongan ke petugas kesehatan hewan. Sebab, ada pertimbangan untuk obat yang digunakan terkait residu obat dalam daging, yang akan memengaruhi kesehatan manusia.(OL-11)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
JELANG Hari Raya Idul Adha, Pemkab Tuban, Jatim, meningkatkan pengawasan mobilitas ternak antarprovinsi.
Pemkab Bandung Barat membentuk Satgas Penanganan PMK yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, asosiasi peternakan, dan sektor swasta.
Menjelang perayaan Idul Fitri 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap berjalan optimal di seluruh Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved