Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok (sembako) di berbagai daerah di Jawa Tengah berangsur turun, namun harga cabai masih menjadi produk pertanian termahal. Karena stok berkurang sebagai dampak cuaca yang belum membaik.
Pemantauan Media Indonesia Kamis (16/6) harga sembako di beberapa pasar tradisional di daerah pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak dan Salatiga berangsur turun dibandingkan sebelumnya, pasar bergerak positif meskipun harga cabai masih tertinggi.
Harga cabai di pasaran cukup bervariasi tergantung pada jenisnya dengan rekor tertinggi masih dipegang oleh cabai rawit merah Rp91.250 per kilogram, rawit biasa Rp81.250, merah keriting Rp76.250, merah besar dan rawit hijau Rp71.250 per kilogram.
Warga mulai dapat berlega hati karena beberapa barang kebutuhan secara berangsur turun seperti minyak goreng curah turun dari Rp17.500 menjadi Rp15.750 per liter, telur ayam ras turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.500 per per kilogram, bawang merah turun dari Rp61.000 menjadi Rp56.750 per kilogram.
Sementara itu beberapa kebutuhan pokok jenis lain tetap bertahan yakni beras berkisar Rp10.000-Rp13 400 per kilogram, bawang putih Rp36.250 per kilogram, daging ayam potong Rp35.500 per kilogram, daging sapi Rp136.000 per kilogram dan gula pasir Tp14.650 per kilogram.
''Harga sudah mulai membaik, beberapa jenis kebutuhan turun dan bertahan, tapi cabai masih tetap tertinggi,'' kata Supartiningsih, 65, grosir cabai dan bawang di Pasar Johar Semarang.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang Hernowo Budi Luhur mengatakan terjadinya kenaikan beberapa komoditas hasil pertanian dan petever saat ini karena cuaca yang cukup ekstrem dengan curah hujan cukup tinggi dan angin kencang serta udara dingin terjadi di daerah pertanian di Jawa Tengah.
Selain itu juga terjadi serangan penyakit jamur terutama untuk tanaman cabai, lanjut Hernowo Budi Luhur, serta beberapa daerah sedang musim tanam sehingga jumlah pasokan barang hasil pertanian seperti cabai dan bawang merah berkurang. ''Secara berangsur akan kembali normal setelah pasokan bertambah,'' imbuhnya.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan Junaenah, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab masih tingginya harga cabai, karena berdampak penurunan hasil panen di beberapa sentra pertanian sementara kebutuhan cukup besar. ''Stok yang ada berkurang dan kebutuhan tetap tinggi, faktor cuaca ini menjadikan penurunan produksi beberapa jenis hasil pertanian,'' ungkap Junaenah. (AS/OL-10)
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved