Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin melarang adanya jual beli hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan bagi korban erupsi Gunung Semeru. “Saya minta jangan dijual, karena tidak mustahil begitu lihat suasana enak, bersih, menarik,” tegas Ma’ruf dalam keterangannya kepada media usai meninjau kawasan huntap/huntara di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hari ini.
Hadir mendampingi Wapres saat memberikan keterangan pers, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
Sebanyak 1.951 hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan bagi korban erupsi Gunung Semeru Desember 2021 lalu telah selesai dibangun. Para pengungsi telah menempati huntap tersebut sejak Hari Raya Idulfitri 2022.
Lebih jauh, Ma’ruf menuturkan masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru sudah merasa betah tinggal dengan fasilitas dan lingkungan di huntap tersebut. “Tadi mereka mengatakan betah, bahkan tadinya ada yang ingin sekampung satu rombongan, tapi kemudian mereka mengatakan tidak mau dipindah-pindah lagi,” ujarnya.
Baca juga: BMKG Ingatkan Waspada Hujan Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumatra Utara
Mengenai pembangunan huntara yang memang belum selesai, Ma’ruf menginstruksikan agar pembangunannya dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan sehingga masyarakat yang tertampung dapat lebih banyak lagi. “Dalam waktu paling lambat tiga bulan itu semua sudah selesai, dan seluruh masyarakat bisa masuk ke sini, termasuk seluruh fasilitasnya sudah terpenuhi, seperti listrik dan air,” katanya.
Menurut Ma’ruf, pembangunan huntara tadinya memang diserahkan kepada bantuan dari banyak pihak, tapi ternyata belum terpenuhi. “Oleh karena itu, akan diselesaikan dalam waktu yang singkat oleh BNPB dan oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.
Ma’ruf memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam pembangunan huntap/huntara bagi para korban erupsi Gunung Semeru. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNPB, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, semua yang telah bekerja sama sehingga upaya memberikan tempat tinggal untuk para korban erupsi Semeru dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
Ma'ruf juga berdialog dengan warga penghuni huntap yang telah menunggu kedatangannya sejak pagi. Suasana santai penuh kehangatan pun terlihat saat dialog terjadi. "Ibu-ibu, bapak-bapak semuanya sudah tinggal di sini?" tanya Wapres memulai dialog.
"Sudah," seru semua warga dengan antusias.
Lebih lanjut Wapres pun mengungkapkan kepada warga bahwa setelah melihat secara langsung dari dalam huntap, ia merasakan kenyamanan dari dalam bangunan yang dibangun. "Tadi saya masuk, luas sekali. Saya juga betah tinggal disini. Ini jadi kampung yang indah dan tertata dengan baik," ungkap Wapres. (OL-4)
PVMBG menurunkan status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) per 29 November 2025.
PENAMBANGAN pasir di sepanjang aliran sungai Gunung Semeru sementara ditutup total, menyusul status awas Gunung Semeru. Selain itu, bahayanya aliran lahar dingin
Penyiagaan Tim Antisipasi Risiko Letusan Sekunder Gunung Semeru
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru mengalami delapan kali erupsi dengan tinggi letusan 300 hingga 700 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (2/1) pagi, erupsi beberapa kali dengan tinggi letusan hingga 1.200 meter.
Jalur pendakian Gunung Semeru dibuka setelah sempat ditutup selama lima tahun.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (21/12/2025) pagi dengan tinggi kolom abu 1.200 meter.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
BANJIR lahar hujan disertai material vulkanik Gunung Semeru merendam sebanyak 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
AKTIVITAS Gunung Semeru terus menurun.
BMKG juga mendeteksi adanya aktivasi Gelombang Rossby Equator dan Low Frequency di sebagian besar Jawa Timur pada periode 25 November-2 Desember 2025.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mulai melakukan pembangunan sodetan aliran lahar Gunung Semeru yang melintas di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved