Minggu 29 Mei 2022, 08:30 WIB

Ganjar: Waspadai Rob Bulan Juni dan Juli

Akhmad Safuan | Nusantara
Ganjar: Waspadai Rob Bulan Juni dan Juli

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Ilustrasi banjir rob di Pekalongan

 

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingatkan warga untuk mewaspadai banjir air laut pasang (rob) bulan Juni dan Juli. Patroli terhadap tanggul pun harus dilakukan guna mengantisipasi banjir besar terulang kembali.

"Berdasarkan dsta dari BMKG, pada bulan Juni dan Juli akan ada potensi gelombang tinggi lagi, saya minta Pemerintah Kota Pekalongan untuk waspada dan bersiap-siap," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengunjungi ratusan pengungsi di Pekalongan, Sabtu (28/5) malam.

Kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi terjadinya banjir besar terulang kembali, ucap Ganjar, dengan melakukan patroli di setiap tanggul sungai, sehingga ketika muncul gejala adanya kerusakan dapat segera dilakukan penanganan agar tidak sampai mengalami kerusakan parah.

Menyangkut tanggul yang jebol beberapa waktu lalu hingga menyebabkan banjir rob besar, Ganjar mengatakan telah ditangani dengan memperbaiki tanggul dan adanya tanggul darurat.

"Sudah ditangani dan mendekati selesai, diminta untuk dipercepat agar segera selesai," tambahnya.

Pembangunan tanggul besar sepanjang pantai utara Kabupaten dan Kota Pekalongan, lanjut Ganjar Pranowo, saat ini sedang berlangsung, sehingga selesainya pembangunan tersebut diharapkan akan dapat mengatasi banjir rob secara permanen di kedua daerah di pantura Jawa Tengah itu.

Baca juga: Banjir Rob Landa Sepanjang Pesisir Pantura dan Jawa Tengah

Banjir rob terjadi di Jawa Tengah saat ini tergolong paling besar dalam lima tahun terakhir, namun penanganan cepat dilakukan cukup baik oleh pemerintah daerah hingga pusat. Kondisi warga di pengungsian juga mendapatkan perhatian khusus dan semua sehat.

"Alhamdulillah semua pengungsi sehat dan kebutuhan logistik terpenuhi baik, saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk juga warga terdampak," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pemantauan banjir rob di Pekalongan Minggu (29/5), sudah mulai surut dibandingkan sebelumnya. Sejumlah warga di beberapa wilayah mulai terlihat melakukan pembersihan lumpur dan sampah di lingkungan dan rumah mereka agar kembali dapat ditempati.

Namun ratusan pengungsi di beberapa titik masih bertahan karena selain lingkungan masih terendam dengan ketinggian sekitar 30-50 sentimeter
(menurun dari sebelumnya hingga 1,2 meter), pengungsi juga masih khawatir muncul banjir lagi.

"Belum kering dan masih ada yang banjir, kami khawatir datang lagi rob besar jadi kami bertahan di sini," kata Haryati,55, pengungsi di Tirto, Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid secara terpisah mengatakan seluruh pengungsi mendapatkan pelayanan terbaik, selain terpenuhi kebutuhan logistik dan obat-obatan. Pemkot Pekalongan juga menurunkan tim kesehatan serta tempat pengungsian yang memadai. Sedangkan bantuan untuk warga terdampak yang masih bertahan di rumah juga terus disalurkan. Dapur umum pun menyediakan ribuan makanan siap saji dibagikan kepada warga.(OL-5)

Baca Juga

MI/Mitha Meinansi

JK Resmikan Masjid Islamic Center Nurul Yaqin di Kota Palu

👤Mitha Meinansi 🕔Selasa 05 Juli 2022, 23:35 WIB
JK berharap, kehadiran Islamic Center tersebut juga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar serta bisa memaksimalkan...
Ist

Nikmati Keindahan Bukit Tompe, Ibas Dukung Pengembangan Desa Wisata

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 22:30 WIB
Bukit Tompe yang terletak di Desa Tamanasri pun menjadi salah satu destinasi wisata yang dipilih Edhie Baskoro Yudhoyono...
DOK/PLN

Sistem Interkoneksi Kalimantan Terganggu, Sebagian Kalsel-Kalteng Gelap Gulita

👤Denny Susanto 🕔Selasa 05 Juli 2022, 22:00 WIB
Gangguan sistem interkoneksi Kalimantan juga berimbas pada sistem kelistrikan Barito meliputi wilayah Kalsel dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya