Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH apotek di daerah Purwokerto, Jawa Tengah, telah menaikan harga obat-obatan pada April ini, dengan rata-rata kenaikan antara 1-10% tergantung jenis obatnya. Kenaikan harga obat lantaran Pemerintah telah menaikan PPN sebesar 1%.
Nuning, seorang Apoteker sebuah apotek di daerah Karang Klesem, Purwokerto Selatan, mengatakan, kendati kenaikan PPN hanya sebesar 1% namun realitanya ada beberapa jenis obat yang mengalami kenaikan hingga 10%. Ada juga yang naik hanya dikisaran 1%.
"Memang kenaikan PPN untuk obat hanya satu persen, yakni dari sebelumnya 10 persen menjadi 11 persen per 1 April lalu. Akan tetapi realitanya ada beberapa jenis obat yang naiknya sampai kisaran 10 persen," ujar Nuning di Purwokerto, Selasa (12/4).
Menurut Nuning, jenis obat yang kenaikan harganya hingga 10% antara lain jenis antiseptik, vitamin, dan obat-obatan lain yang harga semula di atas Rp50 ribu. Contohnya antiseptik ukuran paling besar naik rata-rata Rp 6.000 per botol. Serta harga vitamin naik rata-rata Rp10 ribu per botol.
Sedangkan beberapa obat lain seperti jenis obat generik yang semula harganya lebih murah hanya mengalami kenaikan rata-rata 1%.
"Apotek kami menggunakan sistem komputerisasi sehingga harganya sudah langsung naik begitu pemerintah menaikan PPN per 1 April. Namun ada apotek lain yang mungkin belum menaikan harga karena masih menggunakan sistem konvensional," ungkapnya.
Baca juga: Aset Kripto Mulai 1 Mei 2022 Kena PPN dan PPh
Terkait kondisi kenaikan harga obat-obatan, menurut Nuning, tidak berdampak apapun pada konsumen. Sebab tidak hanya apotek tempatnya bekerja yang telah menaikan harga. Apotek lain pun rata-rata sudah menaikan harga obat.
"Memang ada beberapa pembeli yang menanyakan mengapa harga obat jenis antiseptik di apotek kami lebih mahal dari harga di apotek lain. Hal itu karena ada apotek yang masih menggunakan sistem konvensional sehingga belum menaikan harga," tuturnya.
Habib, seorang Asisten Apoteker di salah satu apotek di daerah Karang Pucung, mengatakan, apotek tempatnya bekerja hanya menaikan harga obat rata-rata 1%. Kenaikan harga tersebut berlaku secara otomatis sejak pemerintah menaikan PPN dari semula 10% menjadi 11% per 1 April lalu.
"Umpamanya untuk obat generik anti alergi yang semula harganya di bawah Rp3.000 per lempeng, kini naik menjadi Rp3.000. Obat batuk generik kini dijual Rp5.000 per empat biji, naik 1% dari sebelumnya," ucap Habib.(OL-5)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
FIB mengajukan usulan formal kepada BPS menciptakan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru bagi apotek sebagai fasilitas pelayanan kesehatan profesional.
Delapan dari sepuluh masyarakat Indonesia mempercayai apoteker untuk saran pengelolaan nyeri.
Pelaku kriminal melakukan aksinya kerap dipengaruhi minuman keras atau obat-obatan.
Bagi IAI, yang menjadi fokus perhatian kami adalah bagaimana Apotek Desa/Kelurahan ini nanti benar-benar dapat berjalan dengan baik.
Ekspansi ini diharapkan akan membuat lebih dekat dengan masyarakat dan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.
Berkat kemajuan teknologi, edukasi mengenai literasi farmasi kini semakin luas, memungkinkan masyarakat memahami konsumsi obat secara bijak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved