Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengamankan lima orang yang diduga pelaku klitih (Keliling golek getih/keliling mencari darah) yang akibatkan 1 korban meninggal dunia dari SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Dari para pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti dari kelimanya yang telah ditetapkan tersangka.
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda DIY, Polresta Yogyakarta, dan Polres Bantul. Para tersangka diduga sebagai pelaku kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia di Rejowinangun, Kotagede.
Tersangka pertama adalah FAS, alias C yang berumur 18 tahun dan masih berstatus pelajar. Tersangka kedua adalah AMH alias G yang berumur 19 tahun dan berstatus mahasiswa.
Tersangka ketiga adalah MMA alias F yang berumur 20 tahun dan berstatus pengangguran. Tersangka keempat adalah HAA. alias B yang berumur 20 tahun dan berstatus mahasiswa.
Tersangka kelima yang juga eksekutor kekerasan terhadap korban hingga mengakibatkan meninggal dunia adalah RS alias B. Ia berumur 18 tahun dan berstatus pelajar.
"Modus operandi, pelaku menghadang kemudian mengayunkan tali beladiri wama kuning yang ujungnya diikatkan gear motor, kemudian menyabet dan mengenai
kepala korban sehingga korban terluka dan tidak sadarkan diri," kata dia.
Barang bukti yang disita dari pelaku adalah satu celana panjang jeans warna hitam, satu jaket hoodie wama abu-abu, satu sepeda motor NMax, satu sepeda
motor merek Honda Vario, dan gear diameter 21 cm dan 1 buah tali beladiri warna kuning sepanjang 224 cm.
"Para pelaku, disangkakan Pasal 353 Ayat (3) Juncto Pasal 55 atau Pasal 351 Ayat (3) Juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata
dia.
Kronologi
Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan kronologi kejadian. Pada hari Minggu, tanggal 3 April 2022 sekira pukul 22.00 WIB, rombongan korban berkumpu! di Rejowinangun, Kotagede Yogyakarta. Kemudian mereka menuju Warung Kopi di JI. Mangkubumi, Yogyakarta sampai pukul 00.00 WIB.
Mereka kemudian menuju Alun-alun Kidul sampai dengan pukul 01.00 Wib.Kemudian meninggalkan Alkid menuju Jl. Parangtritis Yogyakarta. Di tempat yang lain, sebelum kelompok korban melintas di Perempatan Ndruwo, sekira pukul 02.00 WIB, di Perempatan Druwo Ringroad selatan terjadi tarung sarung antara geng Morenza meiawan geng Voster. Kegiatan itu dibubarkan oleh patroli Polres Bantul.
Sebagian pelaku tarung sarung (dua sepeda motor Yamaha Nmax wama abu-abu berboncengan tiga dan Honda Vario wama hitam berboncengan dua (pelaku TKP kotagede) pergi ke arah ke timur di jalur lambat.
Tidak lama kemudian, kelompok korban melintas mendahului kelompok pelaku di jalur cepat dengan kecepatan tinggi sambil menggeber-geber sepeda motor. Kedua kelompok sudah saling mengejek.
Kelompok korban kemudian menuju Jalan Gedongkuning, Kotagede. Merasa sudah tidak diikuti kelompok pelaku, kelompok korban berhenti di Warmindo Barakuda. Satu orang sudah turun untuk pesan makanan, sedangkan yang lain masih di atas sepeda motor.
Saat itu, kelompok pelaku tiba-tiba melintas dari Selatan-Utara. Kelompok pelaku memanas-manasi kelompok korban. "Mereka berbicara "Ayo Rene Rene" (berusaha memanas-manas!) dan mengumpat Asu, Bajingan ke arah kelompok korban. Seketika itu rombongan korban mengejar rombongan pelaku.
"Sesampainya di TKP rombongan pelaku menunggu rombongan korban dan mengayunkan gear yang ditali dengan tali beladiri warna kuning dan mengenai kepala korban hingga korban tidak sadarkan diri dan kemudian jatuh ke sisi kanan jalan di depan Kelurahan Banguntapan (lebih kurang 140 meter dari korban kena sabetan)," kata dia.
Korban kemudian dibawa dengan mobil Patroli Sabhara ke Rumah Sakit Hardjolukito dalam keadaan tidak sadarkan diri namun masih bemafas dan mendapatkan pertolongan medis. Sekira pukul 09.30 wib korban meninggal dunia. (OL-13)
Baca Juga: Ratusan Seniman Reog Jateng-Jatim Tolak Klaim Malaysia
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026, INNSiDE by Melia Yogyakarta menghadirkan promo makan malam spesial bertajuk A Taste of Prosperity.
Tutup aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat di dalam kawasan
Genpro berkomitmen menciptakan ekosistem pengusaha yang tidak hanya naik kelas secara finansial.
AKSI menolak Pilkada tak langsung yang mana pemilihan lewat DPRD digelar oleh BEM Nusantara DIY di Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
JUMLAH uang kartal yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta kepada perbankan dan masyarakat, selama periode Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,34 triliun
MENUTUP libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bandara Adisutjipto Yogyakarta resmi mengakhiri Posko Pelayanan Angkutan Udara pada hari Senin (5/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved