Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Nisan Setiadi menegaskan pemuda menjadi bagian penting dalam strategi pentaheliks lembaga penanggulangan terorisme tersebut dalam melawan terorisme.
"Ini sangat pas dengan strategi BNPT untuk melibatkan komunitas generasi muda dalam upaya mengurangi ekstremisme dan terorisme dengan membangun narasi perdamaian, di mana BNPT dalam penanggulangan terorisme berpijak pada kebijakan pentaheliks yang melibatkan multipihak," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu (6/4).
Sebagai generasi cerdas teknologi dan memiliki kreativitas serta inovasi yang luar biasa, pemuda mampu menjadi ujung tombak dalam upaya penanggulangan ekstremisme dan radikalisme di tengah gempuran hoaks, ujaran kebencian, dan narasi radikal di dunia maya.
Upaya penanggulangan intoleransi, radikalisme, dan terorisme harus dibangun dengan kekuatan bersama dengan konsep penanggulangan yang bersifat pentaheliks. Hal itu dikatakan Nisan dalam acara Youth Peace Ambassador Workshop: Growing Tolerance through Peaceful Narratives bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Kebijakan pentaheliks merupakan upaya penanggulangan terorisme dan ekstremisme dengan melibatkan semua elemen, seperti pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media, untuk bersinergi dan berkolaborasi.
"Dalam upaya penanggulangan terorisme di dunia membutuhkan generasi muda yang cerdas teknologi, visioner kreatif, inovatif dalam membuat konten di dunia maya, dan keberadaan Duta Damai Dunia Maya, agar dapat memberikan kontranarasi yang bisa memengaruhi lingkungannya," jelas alumnus Akmil 1988 itu.
Baca juga: Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Latih Pemuda Mandiri Ekonomi
Menurut dia, kelompok radikal dan terorisme saat ini banyak memanfaatkan ruang di sosial media untuk menyebarkan dan mengampanyekan narasi kebencian dan kekerasan, serta paham transnasional.
"Tujuan pelibatan anak muda ini, karena dunia maya yang menjadi ruang tanpa batas dan tanpa kendali, banyak dimanfaatkan untuk konten negatif bernuansa provokatif, berisi hasutan, ujaran kebencian, yang mana hal ini dapat mengganggu persatuan bangsa," katanya.
Dalam acara yang dihadiri oleh 28 perwakilan Duta Damai Dunia Maya BNPT dari 14 provinsi tersebut, Nisan juga menyambut baik workshop yang digelar selama tiga hari dan diisi oleh mentor serta narasumber ahli di bidang masing-masing. Hal itu bertujuan untuk menambah wawasan dan persepsi tentang bahaya radikal dan terorisme kepada generasi muda.
"Saya kira poin penting kenapa kita berkumpul adalah untuk menyamakan persepsi, untuk saling berbagi kepekaan, kepedulian, dan kewaspadaan generasi muda di masa datang, tentang bahaya pemanfaatan internet sebagai alat mempromosikan paham kekerasan," tuturnya.
Melalui kegiatan itu, dia berharap para duta damai dapat mengambil ilmu bermanfaat untuk diimplementasikan sebagai aksi nyata dan mendorong partisipasi pemuda khususnya dalam isu perdamaian.
Dalam kegiatan itu, perwakilan Duta Damai Dunia Maya BNPT dari 14 provinsi akan mendapat pengetahuan supaya mampu menghasilkan narasi alternatif lewat pesan damai yang mengonfrontasi dan melemahkan pesan terorisme dan ekstremisme kekerasan.
Dengan dialog bersama para pakar dari tingkat nasional dan internasional itu, para duta damai diharapkan meningkatkan kapasitas yang selama ini menjadi binaan Pusat Media Damai (PMD) BNPT.
Berbagai narasumber dalam kegiatan itu ialah David Izadifar selaku Regional Coordinator for Terrorism Prevention UNODC dan Marco Venier selaku Indonesia Programme Coordinator for Terrorism Prevention UNODC. (Ant/S-2)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved