Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus memonitoring perkembangan kondisi ketersediaan minyak goreng di pasaran. Pemantauan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian setempat.
Ketua TPID Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Thoyib, menuturkan monitoring di lapangan akan menjadi bahan rapat koordinasi antarelemen dalam waktu dekat. Saat ini, tim di lapangan masih melakukan monitoring.
"Tim masih melakukan monitoring. Rencanannya, Senin depan TPID akan melakukan rapat koordinasi dengan bahan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan," kata Budi kepada Media Indonesia, Rabu (23/3).
Saat ini harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sudah dicabut. HET berlaku bagi minyak goreng jenis curah. Namun Budi belum bisa memastikan kondisi stok maupun harga minyak goreng di pasaran saat ini. "Kita masih menunggu hasil monitoring tim di lapangan," sebutnya.
Bersamaan rapat koordinasi, sebut Budi, Pemkab Cianjur juga akan melakukan sidak ketersediaan dan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. Pengecekan akan dilakukan ke pasar-pasar tradisional.
"Insya Allah, pada Selasa (29/3) kami akan lakukan pengecekan harga dan stok komoditas kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan," ungkap Budi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Diskopperdagin Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana, menuturkan tren pembelian minyak goreng sawit kemasan di Kabupaten Cianjur sekarang pascadicabutnya kebijakan HET malahan cenderung turun. Kemungkinan masyarakat berpikir dua kali mengingat harga sekarang melambung.
"Sekarang cenderung berkurang. Barangnya ada tapi daya belinya jadi berkurang karena harganya (minyak goreng) sekarang memang lebih mahal," kata Agus.
Ia memprediksi saat ini bakal ada kecenderungan peralihan pembelian jenis komoditas minyak goreng. Artinya, masyarakat yang tadinya biasa membeli minyak goreng kemasan, kemungkinan akan beralih ke minyak goreng curah.
"Mereka (masyarakat) sangat butuh (minyak goreng). Tapi mungkin akan melihat kondisi. Kalau saya prediksi ada kecenderungan akan beralih ke (minyak goreng) curah," terang Agus.
Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri, kata Agus, HET masih berlaku untuk komoditas minyak goreng curah. Semula, ujar Agus, HET minyak goreng curah sebesar Rp10.300 per liter, sekarang menjadi Rp14 ribu per liter. "Kalau minyak goreng kemasan, harganya dilempar ke pasar," ujarnya. (OL-15)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved