Rabu 23 Maret 2022, 16:25 WIB

Polisi Gerebek Rumah Produksi Miras Oplosan di Sidoarjo

Heri Susetyo | Nusantara
Polisi Gerebek Rumah Produksi Miras Oplosan di Sidoarjo

MI/Heri Susetyo.
Tersangka (baju oranye).

 

APARAT Satuan Reserse Narkoba Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, menggerebek rumah produksi minuman keras oplosan ilegal di Desa Mojoruntut Kecamatan Krembung Sidoarjo. Dalam penggerebekan tersebut polisi juga menangkap pelaku produksi miras oplosan, Ikhwanto Agus Susiantoko (IAS), 41. 

Pelaku juga warga desa tersebut yang sengaja mengontrak salah satu rumah untuk usaha ilegal ini. Miras oplosan yang diproduksi tersangka ini sangat sederhana dan membahayakan kesehatan peminumnya. Soalnya, pelaku hanya mengoplos alkohol 92% dengan air dan dikemas dalam botol. 

Perbandingannya yaitu 15 liter alkohol 92% dicampur dengan lima galon air. "Saya membeli bahan alkohol di toko di Surabaya dengan dalih untuk bahan hand sanitizer," kata tersangka IAS, Rabu (23/3).

Setiap pelaku belanja alkohol senilai Rp850 ribu akan dioplos dengan air bisa menghasilkan 100 botol miras oplosan. Setiap botol miras oplosan tersebut dijual Rp40 ribu.

Miras oplosan ditempeli stiker Topi Stanly oleh pelaku agar kelihatan bermerek. Stiker merek dibuat sendiri oleh pelaku dengan cara pesan di percetakan. Secara kasat mata miras oplosan tersebut bermerek. Pelaku membeli di toko Rp4.000 per botol.

"Tersangka mengaku sudah tiga bulan mengoplos miras di rumah yang dikontraknya mulai Januari 2022," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro di lokasi penggerebekan Rabu (23/3). Miras oplosan produk pelaku tersebut, lanjutnya, membahayakan konsumen yang meminumnya. Pasalnya miras tersebut dioplos begitu saja oleh pelaku dengan air. 

Namun saat ini pendistribusian miras oplosan tersebut masih sebatas sekitar Sidoarjo. "Kami menjelang Ramadan akan intens melakukan razia miras di semua wilayah Sidoarjo," kata Kusumo.

Baca juga: Dampak MotoGP, Perputaran uang di Mataram capai Rp43 miliar

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat tiga pasal sekaligus. Ia dijerat Pasal 204 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun, Pasal 140 jo Pasal 86 ayat 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana 2 tahun atau denda Rp4 miliar, serta Pasal 106 jo Pasal 24 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman penjara paling lama empat tahun atau denda Rp10 miliar. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Fransisco Carolio

Titik Api Bertambah 10 Kali Lipat, Sumut Siaga Karhutla

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 23:25 WIB
Sumut memiliki wilayah yang rentan mengalami karhutla karena memiliki 3,7 juta ha lahan hutan dan 261 ha lahan...
MI/Kristiadi

Komunitas Mak Ganjar Garut Berdoa Memohon Kemajuan Bangsa

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 22:28 WIB
RATUSAN Ibu-Ibu bergabung ke dalam komunitas relawan Mak Ganjar untuk mengikuti acara Zikir dan Do'a Bersama untuk Kemajuan Bangsa di...
dok.ist

Perempuan Milenial Sumsel Ajak Pilih Figur yang Terbukti Memajukan Perempuan

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 22:15 WIB
UPAYA konsolidasi dukungan untuk Ganjar Pranowo ini digelar dalam acara  healty fun day di Gedung Graha Bandara Insani, Talang Jambe,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya