Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang terjadi di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), berdampak pada 17 ribu jiwa lebih atau 5.437 keluarga. Hingga Selasa (22/3), banjir berangsur-angsur surut, tetapi masih ada 844 pengungsi yang bertahan di posko-posko pengungsian.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan dari evaluasi yang dilakukan petugas di lapangan, masih ada beberapa kekurangan di antaranya personel, logistik dan peralatan. Berdasarkan data dari lokasi banjir, personel yang dibutuhkan terutama pendamping psikososial.
Dari sisi logsitik yaitu kebutuhan pokok, popok bayi dan lansia, serta peralatan kebersihan. "Secara umum, sebetulnya banjir sudah mulai surut. Namun masih ada sejumlah titik yang banjir. Pemkab terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak, terutama mereka yang masih berada di posko pengungsian. Saat ini, ada 844 jiwa yang masih mengungsi," kata Bupati.
Menurutnya, banjir terjadi di Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, dan Wangon. Dari keempat kecamatan yang paling parah yakni Tambak dan Sumpiuh, karena sampai sekarang masih ada pengungsi.
Baca juga: KUA Banjarsari Diberi Tahu Rencana Pernikahan Adik Jokowi
"Secara total, ada 5.437 keluarga yang terdampak atau lebih dari 17 ribu jiwa. Mudah-mudahan banjir segera surut, sehingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing," kata Bupati. (OL-14)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved