Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Musi Rawas, Sumatra Selatan, menyebabkan bencana banjir. Sebanyak 243 rumah warga di Desa Sukamana, Kabupaten Musi Rawas terendam banjir sejak Jumat (18/3) malam.
Adapun hingga Minggu (20/3) ini, banjir masih terjadi di sebagian wilayah. Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kapolsek Terawas AKP Nastain, mengatakan bencana itu diakibatkan hujan deras yang disertai angin kencang.
Baca juga: Banjir Landa Klaten, 295 Unit Rumah Terdampak
"Sejak Jumat, kita sudah lakukan pendataan. Berdasarkan laporan, ada 243 rumah warga di Dusun II, Desa Sukamana, yang terendam air akibat curah hujan cukup tinggi," ujar Nastain, Minggu (20/3).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa banjir diawali dengan hujan deras dan angin kencang selama kurang lebih 12 jam. Tepatnya, sejak Jumat (18/3) lalu.
"Mayoritas rumah terendam air lebih kurang satu meter. Masih bersyukur tidak menelan korban luka, bahkan korban nyawa, serta kerusakan fasilitas umum," imbuhnya.
Baca juga: Harga Migor Curah di Pekanbaru Tembus Rp20 ribu/liter
Pihaknya beserta personel Polsek Terawas, Danramil beserta personel Koramil, meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sukmana. Tujuannya, memantau perkembangan, pengontrolan debit air, pendataan penduduk dan fasilitas umum yang terdampak hujan deras.
Unsur Tripika serta BPBD Kabupaten Musi Rawas juga menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir. "Sampai saat ini, petugas dan warga masih melakukan penyisiran dan memberikan bantuan terhadap warga," tutupnya.(OL-11)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
BUAYA liar bermoncong panjang atau biasa disebut senyulong ditemukan terperangkap di jaring ikan di aliran anak sungai Musi oleh warga.
Jokowi menemukan kekurangan pasokan listrik yang masih menjadi kendala rumah sakit tersebut.
Banjir luapan sungai Makut merendam akses jalan penghubung satu-satunya antardesa di Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan.
Warga di Desa Sadar Karya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musirawas, Sumatra Selatan, dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya liar sepanjang 3,5 meter di aliran sungai Ketuan.
"Sertifikat ini kita berikan secara komunal kepada masyarakat. Tujuannya agar setelah diterima, bisa dimanfaatkan secara optimal."
Lintasarta dan Bupati Musi Rawas Ratna Machmud meluncurkan terobosan teknologi digital baru, yaitu aplikasi Super Mantab di auditorium kabupaten setempat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved