Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA desa terendam banjir di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Hujan deras menyebabkan sungai meluap hingga menggenangi permukiman penduduk.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menjelaskan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon menyebabkan tiga desa terendam banjir pada Minggu (13/3). Masing-masing desa yaitu Banjarwangunan dan Mundupesisir di Kecamatan Mundu serta Mekarsari di Kecamatan Waled.
"Air merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi," tutur Alex, Senin (14/3). Di ketiga desa tersebut, sebanyak 1.248 rumah terendam banjir.
Di Desa Banjarwangunan, banjir merendam Perumahan Puri Indah Residen dan Grand Firdaus. Sedangkan di Desa Mundupesisir, banjir merendam perumahan warga di Blok Kalijaga. Sedangkan di Desa Mekarsari, banjir merendam rumah warga di Blok Manis, Pon, Kliwon, dan Wage.
Tercatat 1.612 keluarga atau 5.160 jiwa terdampak banjir tersebut. Banjir yang menerjang pada Minggu (13/3) malam perlahan surut pada Senin (14/3) dini hari.
Seorang warga Perumahan Puri Indah Residen, Banjarwangunan, Erfan, menjelaskan perumahan tempat ia tinggal kerap
dilanda banjir. "Terutama kalau intensitas hujan tinggi," tuturnya. Banjir yang kerap menerjang sebenarnya membuat ia dan istrinya tidak nyaman. Perabotan harus diletakkan di tempat yang tinggi.
Baca juga: Hujan Intensitas Tinggi Munculkan Banjir di Kota Malang
Saat surut, rumah pun menjadi kotor karena sampah dan lumpur. "Kami lalu sibuk bersih-bersih rumah," tuturnya.
Erfan menjelaskan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung pernah melakukan survei terhadap kondisi sungai yang sudah tinggi tingkat sedimentasinya. "Katanya mau dikeruk. Namun sampai sekarang belum terealisasi," tutur Erfan. (OL-14)
Perbaikan jalan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin bidang Bina Marga.
Dari hasil sementara, penyebab banjir antara lain pendangkalan sungai dan sampah.
Pergerakan tanah dipicu aliran air sungai yang mengikis tebing. Ditambah kondisi tanah yang memang labil
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Dishub Jawa Barat pasang 14.000 lampu jalan dengan teknologi LCU jelang mudik Lebaran 2026. Tim URC siap pantau APJ untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved