Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 keluarga atau 60 jiwa warga terdampak banjir di Desa Sintuwu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka mengungsi ke kantor desa setempat. Banjir terjadi sejak Sabtu (12/3) malam akibat meluapnya Sungai Kana yang melintasi desa itu.
Sekretaris Desa Sintuwu Safir dihubungi di Palu, Minggu (13/3), mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut mulai Sabtu sore mengakibatkan Sungai Kana tidak mampu menampung semua debit air hujan sehingga meluap dan mengakibatkan banjir. "Sungai Kana meluap sehingga banjir dengan ketinggian air hingga setinggi pinggang orang dewasa," kata Safir.
Ia menerangkan tercatat sedikitnya 10 keluarga atau 60 jiwa terdampak banjir tersebut dan terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Sintuwu untuk menyelamatkan diri. "Untuk mencegah korsleting listrik akibat banjir dan tidak menyebabkan warga tersetrum, kami dari pihak desa telah menghubungi pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memutus aliran listrik. Saat ini kebutuhan yang sangat dibutuhkan pengungsi adalah perlengkapan bayi," ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Andy Sembiring mengatakan tim reaksi cepat BPBD Sulteng terus melakukan pendataan penduduk dan infrastruktur yang terdampak banjir tersebut.
Baca juga: Diklatsar Angkatan I Baret Rescue GP NasDem Jatim Ditutup
"Kami juga terus berkoordinasi dengan perangkat Desa Sintuwu agar informasi terkait bencana di sana terus dilaporkan dan diperbarui. Saya berharap masyarakat setempat tetap waspada dan selalu siap siaga mengantisipasi bencana serupa bahkan yang lebih parah dapat terjadi sewaktu-waktu," ucapnya.
Sampai sekarang, kata dia, belum ada laporan korban jiwa karena bencana alam itu. (Ant/OL-14)
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Banjir melanda Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026). 1.382 jiwa terdampak di Jatinegara hingga Cawang. Meski air capai 1,2 meter, warga belum ada yang mengungsi.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved