Sabtu 26 Februari 2022, 12:01 WIB

Tamansari Bandung akan Dijadikan Kawasan Halal Terintegrasi

Naviandri | Nusantara
Tamansari Bandung akan Dijadikan Kawasan Halal Terintegrasi

ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Ilustrasi kuliner halal

 

"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi".

SEBUAH quote dari Pidi Baiq membawa rasa nyaman saat mengunjungi tempat bernama Bandung. Untuk menambah rasa nyaman dan aman terutama bagi para wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melanjutkan inisiasi zona kuliner halal bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).  Dengan program ini, diharapkan perekonomian dan pariwisata Kota Bandung akan semakin pulih dengan cepat.

"Pascacovid-19 ini kita bisa memulihkan perekonomian dengan cepat. Salah satunya dengan zona halal, bisa dimulai dari kuliner halal dulu," kata Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Bandung.

Zona wisata halal bukan perkara baru jika berkaca pada negara-negara lain. Sudah banyak negara menyediakan fasilitas seperti ini bagi wisatawan yang mencari makanan halal. Makna halal di sini, jelas Yana, bukan berarti hanya untuk wisatawan muslim, tapi juga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

"Jangan sampai stigma nya itu Kota Bandung cuma buat muslim nih. Bukan, halal itu bukan hanya untuk muslim saja, siapapun boleh datang ke zona wisata halal ini. Kita bisa coba di beberapa titik sentra pedagang kaki lima (PKL) kuliner binaan pemkot," ujarnya.

Baca juga: Anies Baswedan Optimistis Produk UMKM Halal Jakarta Bisa Mendunia

Tentu, untuk meyakinkan wisatawan dengan zona halal ini, perlu adanya bukti dari sebelum proses pembuatan sampai setelah makanan diolah. Ada orang yang juga bertanya-tanya ini makanannya halal, tapi cara pengolahan atau sembelihnya apakah halal juga.

"Nah, kita harus pastikan itu juga ke wisatawan. Misal, sop kaki kambing, kita harus tunjukkan kalau penyembelihannya juga halal, bisa melalui RPH atau tempat yang memang tersertifikasi halal," imbuhnya.

Untuk lokasinya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan kawasan Tamansari tepatnya area Gelap Nyawang akan menjadi zona wisata halal yang terintegrasi.

"Gelap Nyawang jadi vocal point karena di sekitarnya banyak sekali potensi wisata yang bisa jadi jalur wisata. Selain itu, dekat juga dengan Masjid Salman ITB dan beberapa tempat belanja lainnya," terangnya.

Kata Kenny, ada beberapa kriteria yang menjadikan sebuah lokasi bisa dipilih sebagai zona wisata halal jika dekat dengan tempat ibadah, wisata, tempat pendidikan, area belanja dan rumah sakit. Semua kriteria ini terdapat dan ada di Tamansari. Konsep wisata halal Kota Bandung pun sudah mendapatkan persetujuan dan MoU bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) pada tahun 2019.

"Tim penyusunan mengenai konsep wisata halal Kota Bandung ini sudah ada Surat Keputusannya (SK) didukung oleh Kemenparekraf. Bahkan, pada 2019 kami juga telah menandatangani MoU wisata halal bersama Kemenparekraf," tuturnya.

Menanggapi inisiasi ini, Direktur KNEKS Putu Rahwidhiyasa sepakat untuk membangun citra wisata halal yang ramah dan bisa memenuhi kebutuhan wisatawan. Diharapkan nantinya, zona ini bukan jadi yang ekslusif. Tapi, ingin agar halal life style itu memang menjadi kebutuhan bersama, bukan hanya muslim. Zona kuliner halal dan sehat sudah terimplementasi di beberapa titik, seperti Jalan Rasuna Said, Jakarta.

"Selain itu, lokasi yang saat ini sedang dalam tahap implementasi wisata halal ada di Pantai Losari di Lego-Lego, Sulawesi Selatan. Semoga di Bandung juga bisa terimplementasi dengan baik sesuai dengan arahan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah," ungkap Putu.(OL-5)
 

Baca Juga

DOK/IBIS BANDUNG TRANS STUDIO

Ibis Music, Cara Hotel Ibis Mendukung Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

👤Media Indonesia 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:15 WIB
Pertunjukan diselenggarakan Sabtu (25/6) di Ibis Bandung Trans...
DOK MI

Bea Cukai Bengkulu Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

👤Marliansyah 🕔Minggu 26 Juni 2022, 20:43 WIB
KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Provinsi Bengkulu, menyita sedikitnya 259 ribu batang rokok ilegal berbagai...
DOK MI

Jelang Idul Adha, Jabar Kerahkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

👤Navindri 🕔Minggu 26 Juni 2022, 20:29 WIB
PEMPROV Jawa Barat (Jabar) mengerahkan 1.784 Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban (TPKHK) jelang Idul Adha...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya