Kamis 24 Februari 2022, 19:19 WIB

Stok Kacang Kedelai di Cianjur masih Mencukupi

Benny Bastiandy | Nusantara
Stok Kacang Kedelai di Cianjur masih Mencukupi

DOK MI
Tanaman kacang kedelai.

 

STOK kacang kedelai impor maupun lokal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, relatif mencukupi. Namun, stoknya tidak banyak terjual karena harganya sejak beberapa pekan terakhir melonjak.

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Cianjur, Budhi Rahayu Thoyib, menjelaskan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah melaksanakan sidak dan monitoring ke sejumlah agen, pabrik tahu, serta Koperasi Pengusaha Tempe dan Tahu Indonesia (Kopti) di sentra perajin di Kampung Sayang Semper dan Kampung Selajambe. Dari hasil sidak dan monitoring, stok kacang kedelai cukup melimpah.

"Di Kopti ada sekitar 6,6 ton. Sedangkan di agen yang ada di Kampung Selajambe stoknya lebih dari 10 ton," kata Budhi, Kamis (24/2).

Stok yang ada merupakan kacang kedelai impor. Komoditasnya merupakan stok lama karena belum terjual.

"Ini karena banyak pelaku usaha tahu dan tempe yang tidak membeli atau mengurangi produksi karena harga kacang kedelai yang mahal. Sekarang harganya rata-rata di kisaran Rp11 ribu dari sebelumnya Rp9 ribu. Kondisi ini cukup memberatkan bagi para pelaku usaha tahu dan tempe," ungkapnya.

Sedangkan kacang kedelai lokal, lanjut Budhi, stoknya juga masih menumpuk karena belum terjual. Pasalnya, para perajin tahu dan tempe lebih memilih menggunakan kacang kedelai impor. "Bahan baku pembuatan tempe dan tahu itu kebanyakan menggunakan kedelai impor," ujarnya.

Sebagian perajin tahu dan tempe di Kabupaten Cianjur sempat mogok produksi selama dua hari, Senin (21/2) dan Selasa (22/2). Namun mulai Rabu (23/2), mereka sudah kembali beroperasi.

"Sekarang sudah kembali berproduksi. Tapi mereka terpaksa menaikkan harga jual tahu yang semula Rp450 per biji menjadi Rp500 per biji. Kalau tempe disiasatinya dengan mengurangi ukuran dari semula 12x5 inci menjadi 12x3 inci," bebernya.

Budhi menuturkan naiknya harga kacang kedelai sangat memberatkan para perajin tahu dan tempe. Terlebih pelaku usahanya merupakan industri rumah tangga dengan kapasitas produksi yang relatif kecil.

"Mereka (agen, perajin, dan Kopti) berharap pemerintah bisa mengendalikan dan menurunkan harga kedelai impor. Termasuk berharap agar kualitas kedelai lokal bisa setara impor sehingga pemenuhan kebutuhannya tidak mengandalkan dari luar negeri. Harganya pun mungkin bisa lebih murah," bebernya.

Informasi dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan, lanjut Budhi, tahun ini berencana akan menambah kapasitas produksi kacang kedelai lokal. Semula produksinya berasal dari lahan tanam seluas 4 ribu hektare, akan ditambah menjadi 15 ribu hektare. "Penambahan ini karena ada bantuan benih kacang kedelai dari Kementerian Pertanian," pungkasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

DOK MI

Sepanjang 2022, Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp19,417 Triliun

👤Lina Herlina 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:12 WIB
PERIODE Januari-Juli 2022, nilai ekspor Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan 57,17%, dengan total nilai sebesar US$1,329 miliar atau...
DOK MI

Pelaku Penyekapan Dan Perbudakan Seks Terhadap Siswa SMP di Pati Tertangkap

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:06 WIB
TERSANGKA penyekapan dan perbudakan seks dengan korban anak di bawah umur di Pati, Jawa Tengah, Puji Handoyo alias Banyak, 23, ditangkap...
DOK MI

Tenggak Oplosan Minuman Berenergi dan Hand Sanitizer, Satu Penghuni Lapas Cianjur Tewas

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 15 Agustus 2022, 19:54 WIB
SATU orang warga binaan Lapas Kelas II B Cianjur, Jawa Barat, meninggal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya