Minggu 13 Februari 2022, 14:40 WIB

Kejari Kabupaten Tasikmalaya Tahan Empat Tersangka Korupsi Bansos 2018-2021

Adi Kristiadi | Nusantara
Kejari Kabupaten Tasikmalaya Tahan Empat Tersangka Korupsi Bansos 2018-2021

MI/Adi Kristiadi
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Ramadiyagus

 

KEJAKSAAN (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya menahan empat tersangka kasus korupsi pemotongan dana hibah dan bantuan sosial APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2018 dan 2021. Dalam kasus yang merugikan negara Rp5,28 miliar ini sebelumnya lima tersangka sudah ditahan terlebih dulu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Ramadiyagus mengatakan, kasus berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pelaksanaan dana hibah dan bansos Kabupaten Tasikmalaya di tahun 2018. Dalam pelaksanaannya, terdapat banyak lembaga dan yayasan yang tidak melaporkan hasil laporan pertanggung jawaban di akhir tahun 2021.

"Setelah melewati sejumah pemeriksaan dan perlengkapan dokumen empat orang berinisial EY, 52, HAJ, 49, BR, 41, dan PP, 32, langsung di ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tasikmalaya selama 20 hari ke depan dan berkas perkaranya ke Pengadian Negeri (PN) Tipikor Bandung untuk melakukan proses persidangan," katanya, Minggu (13/2/2022).

Ia mengatakan, dari pemeriksaan ditemukan adanya pemotongan dana hibah dan bansos yang dilakukan dari Pemkab Tasikmalaya. Dimana pada 2018 menganggarkan belanja hibah sekitar Rp141 miliar. Namun, realisasinya Rp139 miliar atau 97,99 persen, untuk penerima yang tercatat di Kemenhumkam ada 26 lembaga.

"Keempat orang tersangka telah kami titipkan ke Lapas Klas II B Tasikmalaya menyusul lima lainnya yang diketahui berinisial UM, 47, WAR, 46, AAM, 49, FG, 35, dan AL, 31. Mereka sudah melewati proses persidangan di Tipikor hingga sudah mendekam di rutan kebon waru Bandung Jawa Barat," kata dia.

Dijelaskannya, empat dari sembilan tersangka ini memang belum ditahan karena berkas belum lengkap. Dalam pemeriksaan mereka diketahui memotong rata-rata 60 sampai 95 persen bantuan hibah/bansos. Misalnya, bantuannya senilai Rp195 juta, tapi lembaga atau yayasan hanya menerima Rp 10 juta saja.

"Keempat orang tersangka yang baru ditahan merupakan sisa dari sembilan tersangka yang belum dilakukan penahanan. Karena, proses pemberkasan perkara tahap keduanya itu baru selesai di tahun 2022, Jadi untuk tersangka seluruhnya dalam kasus korupsi pemotongan dana hibah, bantuan sosial APBD Kabupaten Tasikmalaya anggaran 2018 ada sembilan tersangka dan lima orang telah mendekam di rutan kebon waru setelah mendapat vonis di tahun 2021," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Suap Pajak Dicairkan lewat Dana Bantuan Sosial

Baca Juga

 ANTARA/Fikri Yusuf

Mati Mesin, KMP Nusa Dua Terseret Arus di Perairan Gilimanuk

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 26 Juni 2022, 12:20 WIB
Seluruh penumpang berhasil terevakuasi dalam keadaan selamat, dan selanjutnya diantarkan ke Pelabuhan Gilimanuk menggunakan kendaraan ASDP...
MI/MARCEL KELEN

Belum Ada Temuan PMK di Papua, Pemerintah Daerah Larang Ternak dari Luar pada Idul Adha

👤Marcel Kelen 🕔Minggu 26 Juni 2022, 11:25 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Papua berharap penyakit PMK tidak terjadi di...
MI/Lina Herlina

Siap Wujudkan Kemandirian Pangan, Lebih dari 5.000 Insan Pertanian Hadiri Pra Penas 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:11 WIB
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya