Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dorong Wirausaha Inklusif Melalui Optimalisasi Website dan Komunikasi Digital Rumah Autis

Despian Nurhidayat
12/12/2025 19:52
Dorong Wirausaha Inklusif Melalui Optimalisasi Website dan Komunikasi Digital Rumah Autis
Ilustrasi(Dok Istimewa)

LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) melalui tim dosen yang terdiri atas Wulan Yulianti (Ketua), serta Andreas Humala dan Emilya Setyaningtyas (Anggota), bersama dua mahasiswa  Della Melianie Herry (Program Studi Ilmu Komunikasi S1 Reguler) dan Muhammad Ramadhan (Program Studi Ilmu Komunikasi S1 Pendidikan Jarak Jauh) berhasil meraih pendanaaan Hibah Program Pengabdian Masyarakat ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Masyarakat Pemula (PMP) BIMA DIKTI Tahun 2025 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. 

Pendanaan ini digunakan untuk melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Desain Website dan Komunikasi Digital Rumah Autis dalam Mendorong Kesempatan Wirausaha Siswa Berkebutuhan Khusus.” Program ini berfokus pada penguatan kapasitas digital lembaga sosial dan pendidikan inklusif agar mampu meningkatkan akses pasar dan peluang ekonomi bagi siswa berkebutuhan khusus.

Mitra Inklusif dengan Jangkauan Nasional

Rumah Autis berdiri sejak 2004 dan kini memiliki cabang di tujuh kota (Bekasi, Tangerang, Karawang, Bogor, Tanjung Priok, dan Gunung Putri) menjadi mitra utama program ini. Lembaga ini menyediakan pendidikan dan terapi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan biaya terjangkau bahkan gratis, serta memberdayakan mereka melalui pelatihan keterampilan dan produksi karya kreatif.

Meski memiliki potensi besar, karya Rumah Autis sebelumnya belum ditunjang strategi pemasaran digital yang optimal. Website mitra masih berfungsi sebatas laman informatif dan belum menjadi etalase digital produk. Melalui program hibah ini, tim dosen dan mahasiswa LSPR Institute melakukan pendampingan branding, fotografi produk, dan pengembangan website Rumah Autis agar dapat berfungsi sebagai digital showcase dengan integrasi sistem e-commerce dan sistem pembayaran daring.

Program berlangsung sejak September 2025 hingga Desember 2025, mencakup serangkaian pelatihan Strategi Komunikasi Pemasaran Digital oleh Wulan Yulianti, Branding Management oleh Emilya Setyaningtyas, Inovasi Website, Konten & Fotografi oleh Andreas Humala, Pelatihan Smartphone Photography oleh Satria Sofyan serta pendampingan pembuatan website, pembuatan akun penjualan e-commerce.

Pelatihan dilaksanakan secara luring di Rumah Autis Bekasi serta daring dengan peserta terdiri dari pengajar, staf, dan perwakilan cabang Rumah Autis. Produk kreatif yang dihasilkan siswa Rumah Autis cukup beragam, di antara lain aksesori seperti gantungan kunci, bros, pin, dan strap handphone, hingga produk fungsional seperti keset, cermin dekoratif, kaos tie-dye, serta ragam kerajinan berbahan flanel dan makaroni serta bawang goreng.

Sebagai puncak kegiatan, tim LSPR Institute meluncurkan website digital showcase Rumah Autis secara virtual melalui kanal YouTube LSPR TV pada tanggal 12 Desember 2025. Website rumah autis dapat diakses melalui www.rumahautis.store, menampilkan katalog produk karya siswa Rumah Autis karya siswa yang terhubung langsung dengan kanal pembelian daring sehingga memudahkan masyarakat untuk mendukung kreativitas anak berkebutuhan khusus.

Direktur Rumah Autis, Henny menyampaikan apresiasi terhadap program yang diberikan, “Alhamdulillah, Rumah Autis sangat mengapresiasi program ini. Kegiatan dimulai dengan diskusi pendalaman program, pelatihan, hingga launching website penjualan karya siswa dari 7 cabang Rumah Autis, yang sebelumnya masih dijual secara manual dengan hasil terbatas. Melalui platform ini, kami berharap karya siswa dan individu berkebutuhan khusus dapat dikenal lebih luas, membuka peluang wirausaha yang berkelanjutan, serta menjadi sumber penghasilan menuju kemandirian. Website ini diharapkan menjadi jembatan antara para pengrajin dan pembeli secara kontinu.”

Ketua pelaksana program, Wulan Yulianti, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk kewirausahaan inklusif. “Kami berharap platform digital ini dapat memperluas jangkauan pemasaran hasil karya siswa Rumah Autis, sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi serta memperkuat branding lembaga. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi untuk memberikan peluang bagi para siswa Rumah Autis agar memiliki kesempatan memasuki dunia kerja melalui kegiatan berwirausaha” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Riset LSPR, Rani Chandra Oktaviany, M.Si  menyampaikan bahwa program ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi digital yang aplikatif, “Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan implementasi penerapan inovasi yang aplikatif bagi Mitra dalam hal ini Rumah Autis, sebagai pemberdayaan branding digital untuk membina mitra pada kemandirian dan profesionalisasi lembaga dan bagian dari program sustainability green technology.” 

Program ini juga menghasilkan berbagai luaran antara lain, publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi SINTA, publikasi media massa nasional online, video dokumenter berdurasi 10 menit di YouTube LSPR TV, Karya visual berupa poster kegiatan dan peluncuran website Rumah Autis. 

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan lembaga sosial, program ini menegaskan komitmen LSPR Institute dalam memperkuat literasi digital sekaligus memberdayakan komunitas inklusif di Indonesia. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya