Selasa 01 Februari 2022, 17:10 WIB

Zakat ASN dan Anggota TNI di OKI Capai Rp1,4 Miliar

Dwi Apriani | Nusantara
Zakat ASN dan Anggota TNI di OKI Capai Rp1,4 Miliar

DOK MI
Ilustrasi

 

PENGHIMPUNAN zakat dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) dan anggota Kodim 0402 OKI/OI 2021 sudah menembus Rp1,4 miliar. Hasil zakat dan infak itu digunakan untuk program pengentasan kemiskinan seperti rehab rumah tidak layak huni (RTLH) bantuan masjid dan madrasah, hingga bantuan berobat bagi warga kurang mampu.

Sejak 2018, Bupati OKI Iskandar menyerahkan pengelolaan zakat kepada Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ilir. Ketua Baznas OKI, HM Nazir Bayd menuturkan penghimpunan zakat ASN dan anggota TNI di OKI semakin tahun semakin meningkat.

"Sumber dana dari ASN dari Pemkab OKI di bawah Pak Bupati (Iskandar) angkanya makin hari meningkat. Kesadaran ASN, alhamdulillah baik. Ini berkat bimbingan kepala daerah khususnya Pak Bupati, juga Pak Dandim (Letkol. Inf. Hendra) yang membina anggotanya" katanya, Selasa, (1/2).

Dijelaskannya, dana yang masuk ke Baznas tahun 2021 antara lain dari zakat sebanyak Rp659.432.542 dan infak Rp813.875.813. dana tersebut paling banyak berasal dari zakat profesi ASN dilingkungan Pemkab OKI dan anggota Kodim 0402 OKI.

Dana tersebut jelas Nazir, digunakan untuk pengentasan kemiskinan melalui beberapa program bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi penerima. Di antaranya bantuan rehab rumah tidak layak huni, biaya pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Sesuai petunjuk Pak Bupati, kemiskinan ini harus dikeroyok bareng. Tentu saja diatur bagaimana dan siapa mengerjakan apa," lanjutnya.

Pada 2022, Baznas OKI akan terus melanjutkan program zakat bagi umat ini dengan menarget sebanyak 30 rehab rumah tidak layak huni. "Kami akan melanjutkan program yang sudah berjalan. Pada 2022 kita menarget bisa merehab sebanyak 30 rumah tidak layak huni," imbuhnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten OKI bersama DPRD sedang menggodok peraturan daerah (Perda) nomor 5 Tahun 2021 terkait dengan pengelolaan zakat. Melalui perda ini diharapkan, pengelolaan zakat baik dari aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat bisa maksimal.

Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah OKI, Suradi menjelaskan, menunaikan zakat harus dipahami merupakan kewajiban umat Islam yang mampu. Sehingga, perlu diperkuat pelaksanaannya oleh regulasi di tingkat daerah terlebih pengumpulan zakat merupakan sumber dana yang potensial dalam mendukung upaya mengurangi angka kemiskinan.

Perda tentang pengelolaan zakat, jelas Suradi, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat. Pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan tuntutan agama.

"Jadi harus benar-benar dioptimalkan semuanya, mulai dari tahap penghimpunan sampai penyaluran. Kita harap perda ini bisa memfasilitasi itu semua, mendukung pelaksanaan yang sesuai dengan kaidah agama," tutupnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/Jamaah

Perajin Piala di Kudus Banjir Order di HUT RI ke 77

👤Jamaah 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:29 WIB
KAMPUNG perajin piala yang berlokasi di Dusun Ledok, Desa Demangan, Kota, Kudus, Jawa Tengah, kebanjiran order menjelang peranyaan HUT...
Dok. AAJI

AAJI Gelar Seminar Motivasi dan Beri Penghargaan Agen Asuransi Berprestasi

👤Ruta Suryana 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 07:46 WIB
“Melalui ajang TAA AAJI ke-35 ini juga diharapkan dapat mengembalikan dan meningkatkan gaung asuransi jiwa kepada masyarakat...
Dok.DRPD Klungkung

Demi Pusat Kebudayaan Bali, DPRD Klungkung Dukung Rencana Hibah Aset

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 07:10 WIB
Dukungan DPRD Kabupaten Klungkung yakni dengan turut mengawal berjalannya proses penerimaan hibah yang nantinya juga akan menyejahterakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya