Senin 17 Januari 2022, 19:46 WIB

Kasus DBD di Sikka Terus Bertambah

Gabriel Langga | Nusantara
Kasus DBD di Sikka Terus Bertambah

DOK MI
Ilustrasi

 

KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (17/1), jumlah kasus DBD yang tercatat Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka mencapai 50 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan baru pertengahan Januari 2022, Sikka sudah terdapat 50 kasus DBD dan satu orang anak dinyatakan meninggal dunia akibat DBD. "Sampai saat ini terdata ada 50 kasus DBD dengan satu orang meninggal dunia," papar dia, Senin (17/1).

Dikatakan, saat ini juga terdapat ada 16 orang yang menjalani perawatan akibat DBD yang tersebar di dua rumah sakit yakni RSUD TC.Hillers Maumere terdapat ada 14 orang masih dirawat dan RS Santa Elisabeth Lela ada 2 orang yang dirawat.

"Jadi sekarang masih ada 16 orang yang dirawat akibat DBD. Mereka ini di rawat dua rumah sakit yakni RSUD TC.Hillers Maumere dan RS Santa Elisabeth Lela," ujar Herlemus ini.

Ia menyebut, kenaikan kasus DBD ini terbilang sangat signifikan karena baru pertengahan Januari 2022 dengan satu kasus kematian. Untuk itu, ia mengajak warga masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dalam rangka menekan lonjakan kasus DBD di Kabupaten Sikka.

"Kita terus melakukan himbauan dan sosialisasi secara gencar kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga kebersihan baik rumah tempat tinggal maupun lingkungan sekitarnya. Apalagi saat ini kita sedang memasuki musim penghujan," tandas Herlemus.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat terkait DBD, jelasnya, Dinkes Sikka telah menurunkan sejumlah tenaga kesehatan untuk kerumah-rumah warga untuk melakukan sosialisasi 4M plus. "Sebenarnya potensi DBD, bukan hanya di dalam rumah tapi juga di lingkungan tempat tinggal," tandas dia.

Disampaikannya yang paling ia tekan kepada masyarakat yaitu apabila ada anggota keluarga yang mengalami sakit demam langsung segera mengantar ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih awal.

"Kita belajar kasus yang kemarin seorang anak berusia 4 tahun, itu orang tuanya terlambat membawa ke RS atau puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Sehingga saat dirawat di RS rujukan sulit untuk ditangani lebih lanjut. Jadi kita mohon kepada masyarakat kalau ada anggota keluarga yang panas dan demam segera bahwa ke rumah sakit atau puskesmas," pungkas dia. (OL-15)

 

Baca Juga

DOK MI

Wabah PMK Di Lamongan Meluas Hingga 11 Kecamatan

👤M Yakub 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:00 WIB
WABAH Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti ternak di Lamongan, Jawa Timur meluas hingga 11...
MI/DJOKO SARDJONO

Bupati Klaten Serahkan SK Pengangkatan 1.977 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Guru

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 19 Mei 2022, 19:30 WIB
Para guru baru itu dtantang untuk melakukan inovasi dan kreatif, sehingga membentuk anak bangsa yang...
MI/SUPARDJI RASBAN

Bulog dan Pemkab Brebes Teken Kerja Sama Program Sergap

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 19 Mei 2022, 19:25 WIB
Pemkab Brebes menerapkan inovasi baru dalam program...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya