Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN desa-desa di Provinsi Kalimantan Selatan diminta untuk memprioritaskan program peningkatan SDM dan mitigasi bencana di wilayah masing-masing. Lebih separuh dari 1.684 desa di Kalsel masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.
"Kita terus menghimbau para Kepala Desa yang wilayahnya rawan bencana, agar siaga dan memprioritaskan mitigasi bencana dan SDM. Selalu berkomunikasi dan koordinasi, dengan pihak terkait, agar lebih memudahkan penanganan jika terjadi bencana," tutur Zulkifli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalsel, Minggu (9/1).
Kalsel sendiri merupakan daerah rawan bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, angin kencang dan rob. Data BPBD Kalsel mencatat ada sekitar 1.000 dari 1.864 desa yang ada di 11 kabupaten merupakan daerah rawan bencana.
Sementara data Dinas Sosial Kalsel, menyebutkan sepanjang 2021 terjadi lebih dari 40 kali bencana banjir, ditambah bencana longsor, angin kencang dan rob atau gelombang pasang. Ada ratusan desa yang dilanda bencana dengan jumlah warga terdampak lebih dari 700 ribu jiwa.
"Kerugian yang alami akibat bencana sangat besar baik kerusakan infsruktur, ekonomi desa hingga korban jiwa. Ini memang perlu menjadi perhatian serius dan skala prioritas," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Zulkifli, program mitigasi bencana seperti pemberdayaan SDM desa dalam menghadapi bencana dapat mengakses penganggaran dari dana desa itu sendiri. Pada 2022 ini Kalsel mendapatkan kucuran dana desa sebesar Rp1,43 triliun.
Hal serupa juga dikemukakan Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat yang mengungkapkan bahwa provinsi tersebut merupakan daerah rawan bencana. Pihaknya telah membentuk sejumlah Desa Siaga Bencana, sebagai langkah antisipasi dan penanganan bencana di tingkat tapak.
Terkait mitigasi bencana di desa, kelompok relawan Posko Meratus bersama organisasi lingkungan Pena Hijau Indonesia dan Walhi Kalsel, akan menggelar kegiatan sosialisasi kebencanaan yang dibarengi dengan kegiatan pelatihan relawan bencana sejumlah desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (DY/OL-10)
Denny S
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan membentuk dan merekrut 50 orang relawan Komando Cadangan (Komcad) guna memperbesar dan memperkuat kemampuan TNI.
Inovasi ini bertujuan mempercepat distribusi bahan pokok ke wilayah yang mengalami kendala pasokan atau lonjakan harga signifikan.
Peristiwa terbakarnya batubara di kawasan tambang KM 171, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi bukti buruknya tata kelola pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved