Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Tanah Datar Eka Putra menekankan dalam menggelar sebuah event, terutama event yang berhubungan dengan pariwisata. Seluruh elemen terkait sampai masyarakat harus bersikap ramah dan penuh senyum melayani wisatawan dan pengunjung event tersebut.
"Dengan bersikap ramah dan penuh senyum tentu saja memberikan kesan mendalam bagi pengunjung ke daerah kita, sehingga mereka suatu saat nanti ingin kembali lagi, dengan begitu secara tersendiri pariwisata meningkat," kata Eka Putra, Rabu (5/1).
Kemudian yang menjadi perhatian lainnya, tambah Eka, kebersihan toilet, masjid dan rumah makan serta fasilitas umum lainnya. "Fasilitas umum seperti Masjid, rumah makan sampai toilet harus diperhatikan kebersihannya. Karena kebersihan merupakan salah satu hal utama menimbulkan kesan baik dan kenyamanan kepada pengunjung," ujarnya.
Terkait rencana Tanah Datar bakal menjadi tuan rumah menggelar event Paralayang Tingkat Nasional bernama Trip Of Indonesia (TROI) Series 5th di bulan Juli mendatang, Eka Putra berharap dukungan semua pihak. Karena amanah sebagai tuan rumah tidak hanya membawa nama Tanah Datar, namun juga Sumatra Barat. "Agar event ini bisa terlaksana, pencapaian vaksinasi di Tanah Datar dan khususnya di lokasi perlombaan harus sesuai target. Ini menjadi tugas kita semua untuk menghimbau kepada masyarakat agar vaksin bagi yang belum," kata Eka.
Juga kepada atlet dan calon paralayang, tambah Eka, diharapkan meningkatkan kemampuannya dalam waktu tersisa sebelum event dilaksanakan. "Tentunya, dalam event nasional paralayang ini diharapkan juga atlet kita bisa berprestasi dan harumkan nama Tanah Datar Luhak Nan Tuo," tukasnya.
Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Abdul Hakim menyampaikan, Paralayang merupakan salah satu Sport Tourism potensial yang sedang dikembangkan di Tanah Datar. "Daerah kita mempunyai lokasi dan daerah sangat mendukung olahraga Paralayang, seperti di Batipuh Selatan dan di Salimpaung yang sudah dilaksanakan beberapa event. Ini tentunya berdampak pada peningkatan kunjungan dan perekonomian masyarakat sekitar," katanya.
Namun saat ini, tambah Abdul Hakim, memang sarana dan prasarana pendukung serta kelengkapan olahraga masih kurang sehingga diperlukan peningkatan dan perbaikan. "Saat ini tercatat 20 calon atlet paralayang yang siap memajukan dan mengembangkan paralayang. Untuk memenuhi kebutuhan, Pemerintah daerah bersama pemerintah nagari dan juga KONI berkoordinasi untuk bisa membantu ketersediaan sarana salah satunya parasut untuk atlet," ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Tanah Datar Herman Sugiarto menyampaikan terima kasih atas dukungan dan motivasi Bupati Eka Putra kepada olahraga Paralayang. "Event TROI yang akan dilaksanakan di Tanah Datar ini memang menjadi amanah dan kebanggaan bagi kita semua, karena dari seluruh provinsi di Indonesia yang menyatakan siap melaksanakan event ini, Tanah Datar yang dipercaya dan ditunjuk, karena itu atas dukungan pak Bupati dan jajarannya Saya ucapkan terima kasih," katanya. (YH/OL-10)
EKOSISTEM olahraga di Jakarta disebut memiliki potensi untuk mendukung DKI sebagai salah satu destinasi sport tourism global. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.
Fasilitas publik seluas 2,2 hektare tersebut diproyeksikan tidak hanya sebagai paru-paru kota, tetapi juga pusat interaksi sosial dan olahraga bagi warga.
AirAsia resmi menjalin kemitraan strategis dengan ajang kebugaran global Hyrox guna mengakselerasi tren wisata olahraga (sport tourism).
Secara global, industri olahraga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.
Memasuki 2026, lanskap pariwisata global dan Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan.
Gelaran Industropolis Run 2025 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga motor penggerak aktivitas ekonomi daerah.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved