Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga daging sapi di Kota Palangka Raya, Kalteng saat ini sudah turun. Bila sebelum Nataru harga daging sapi naik mencapai Rp 150.000 per Kg, Selasa (4/1) sudah turun menjadi Rp140.000 per Kg.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Hadriansyah, mengatakan turunnya harga daging sapi ini karena saat ini pembelinya sudah berkurang.
"Kalau kemarin itu naik karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang beli daging sapi untuk perayaan Natal dan tahun baru, tapi kalau saat ini hanya untuk melayani usaha warung makan," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/1).
Sementara itu untuk kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil yakni tidak ada kenaikan, misalnya harga beras jenis karang dukuh Rp15 ribu per kg dan beras Pangkoh Rp10 ribu per kg, ujarnya.
"Begitu pula dengan harga cabai besar tetap Rp110 ribu dan cabai rawit Rp140 ribu. Masih mahalnya harga cabai ini karena banyak petani di Palangka Raya gagal panen akibat lahan pertanian terendam banjir," ungkap dia.
Pihaknya memastikan dalam beberapa Minggu ke depan semua harga sembako bisa normal lagi seiring menurunnya permintaan pembeli, sedangkan stok melimpah. (OL-13)
Baca Juga: Selama Libur Nataru, Satu Juta Kendaraan Melintas di Tol Sumatra
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
SUNGAI Kahayan di Palangka Raya, Kalteng, semakin meluap. Warga yang berada di Kelurahan Bereng Bengkel , diminta waspada terjadinya potensi banjir.
Untuk langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalteng, akan turun ke pasar untuk megawasi agar tak terjadi lonjakan harga.
Seluruh elemen masyarakat di Kalteng khususnya di Kota Palangka Raya, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah situasi kegiatan unjuk rasa yang sedang berlangsung.
“Pemko Palangka Raya tidak ingin menambah beban warga. Karena itu, tidak ada kebijakan menaikkan PBB-P2,”
SEORANG narapidana atas nama Henderikus Yoseph Seran Bin Anderias Seran dilaporkan melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Masyarakat jadi mengurangai jumlah pembelian dan itu mengakibatkan stok cabai di pedagang lambat habisnya,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved