Selasa 04 Januari 2022, 15:30 WIB

Sampah Jadi Pemicu Banjir di Palembang

Dwi Apriani | Nusantara
Sampah Jadi Pemicu Banjir di Palembang

MI/Dwi Apriani
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda memantau kondisi drainase di Kota Palembang, Selasa (4/1/2022).

 

SAMPAH bukan hanya membuat pemandangan mata tak sedap, namun ketidaksadaran masyarakat membuang sampah sembarang menyebabkan beragam bencana. Di antaranya banjir. Banjir ini bukan hanya memicu aliran sungai terhambat, namun juga dapat membuat sungai menjadi dangkal.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, sampah yang diangkut dan dibersihkan dari sungai yang dilakukan oleh PUPR mencapai 4 truk sampah setiap harinya.

''Ini juga hanya dari dua sungai dari ratusan anak sungai yang tersebar di kota Palembang,'' ujar Kabid SDA Dinas PUPR Kota Palembang, Marlina, Selasa (4/1/2022). Ia mengatakan, soal penanganan sampah sungai PUPR punya armada yang khusus digunakan untuk angkut sampah sungai.

''Khususnya dia sungai yaitu sekanak dan bendung karena posisi dua sungai ini sebagai wajah kota, dan ini dalam satu hari dari sini saja (dua sungai itu) dengan sekali rute angkut bisa sampai 4 mobil sampah yang diangkut,''  terangnya.

Volume ini hanya terhitung dalam satu kali trek, dalam artian jika diangkut melebihi jumlah tersebut, maka tentu volume nya akan lebih tinggi lagi. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat juga berperan aktif untuk secara bersama-sama punya kesadaran menjaga atau paling tidak jangan membuang sampah ke sungai, dan juga melakukan gotong royong.

''Program gotong royong setiap minggu ini mau tidak mau harus dilakukan, karena ini pengaruhnya penting terhadap lingkungan, dan pasti membuat pekerjaan pembersihan sungai lebih ringan, sehingga ini juga membuat anggaran yang mesti dikeluarkan pemerintah jadi lebih sedikit hemat,'' ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. Sampah yang banyak ditemukan di kawasan rumah susun Kelurahan 22 Ilir Palembang, Kecamatan Bukit Kecil, ini membuat sejumlah drainase terganggu. Akibatnya, menyebabkan genangan air di sejumlah titik jalan. ''Sudah kita lihat tadi, hampir semua saluran air dipenuhi sampah. Jadi air tidak dapat mengalir ke anak sungai, sehingga airnya menggenang ke jalan,'' kata Fitrianti.

Melihat kondisi drainase yang dipenuhi sampah, pihaknya langsung memanggil dinas terkait guna mengakut sampah yang menutupi saluran. Diakuinya, pemkot tidak ingin jalan rusak lantaran genangan air akibat sampah menutupi saluran drainase.

''Kita tak mau membiarkan jalan rusak karena banjir tersumbat sampah, kita bersama dinas terkait dan mengajak warga akan melakukan kegiatan sifatnya bersih,'' terangnya.

Ia menghimbau masyarakat untuk tertib tidak membuang sampah sembarangan. ''Karena dampak buang sampah bukan hanya banjir saja, infrastruktur jalannya juga ikut rusak,'' pungkasnya. (DW/OL-10)

Baca Juga

.

Keterangan Saksi Adalah Fakta Persidangan

👤RO/Micom 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:41 WIB
Firul menyebut PT SKK melakukan transaksi under invoice nilai...
MI/Apul Iskandar

Ekspor CPO Kembali Dibolehkan, Polda Sumut Perketat Awasi Distribusi Minyak Goreng

👤Apul Iskandar 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:00 WIB
Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi mengajak semua pihak khususnya di Sumatera Utara untuk mendukung kebijakan strategis...
dok.Komunitas Nelayan Sulsel

Komunitas Nelayan Sulsel Deklarasikan Ganjar Jadi Presiden 2024

👤Lina Herlina 🕔Minggu 22 Mei 2022, 23:11 WIB
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Sulawesi Selatan menyatakan dukungan untuk Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya