Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membentuk tim investigasi guna mencari penyebab pasti meninggalnya pelajar Sekolah Dasar (SD), MBS berusia 12 tahun, setelah disuntik vaksin covid-19.
Tim ini melibatkan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Kabupaten Jombang, Komda KIPI Provinsi Jawa Timur, hingga Komisi Nasional (Komnas) KIPI Pusat. Dalam proses investigasi, tim akan bekerja menelusuri rekam jejak kesehatan bocah tersebut sebelum disuntik vaksin covid-19 merek Pfizer untuk dosis pertama.
Baca juga: Wakapolres Sidak Ruang Tahanan Polres Kudus
"Tim investigasi sedang menelusuri riwayat penyakitnya dan apa saja yang dilakukan setelah vaksinasi. Jika ada komorbid, petugas tentu akan cari datanya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Budi Nugroho saat diwawancarai, Kamis (30/12/2021).
Namun, Budi menyebut pihaknya tidak berwenang untuk menentukan benar atau tidaknya siswa tersebut meninggal karena divaksin. Menurut dia, Komda KIPI adalah pihak yang berhak menjelaskan detail kematian tersebut.
"Hari ini kita belum bisa mengambil kesimpulan, itu wilayah Komda KIPI Kabupaten Jombang yang diketuai oleh dokter spesialis anak. Besok juga akan digelar rapat dengan Komda KIPI Provinsi Jatim dan Komnas KIPI Pusat untuk menelusur penyebab sesungguhnya," ujar Budi menambahkan.
Sebelumnya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan putra kedua dari pasangan Kaswan, 50, dan Miyatin, 58, itu meninggal bukan karena KIPI. Sebab, prosedur screening sudah dijalankan oleh vaksinator dan MBS dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima vaksinasi.
"Anak kelas 6 SD ini barusan khitan pada tanggal 19 Desember. Delapan hari kemudian ikut vaksin. Setelah vaksin malamnya panas dan paginya dibawa ke puskesmas sudah meninggal. Jadi ini jangan diartikan karena vaksin. Kita sudah lalui semua prosedur sesuai ketentuan vaksin," kata Mundjidah, Rabu lalu.
Untuk diketahui, MBS menerima vaksinasi covid-19 merek Pfizer pada Senin 27 Desember 2021. Malamnya korban demam tinggi serta muntah lalu dibawa ke Puskesmas Mayangan, Jogoroto. Namun, nyawa bocah tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia Selasa, 28 Desember 2021 Pukul 05.00 WIB.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved