Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
INSPEKSI mendadak (sidak) dilakukan Wakapolres Kudus Kompol Eko Rubiyanto di ruangan tahanan Polres Kudus Polres Kudus, Kamis (30/12). Satu-satu ruang tahanan diperiksa. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya senjata tajam ke ruang tahanan.
"Ini perlu dilakukan, untuk mengantisipasi tahanan. Selain melihat sajam juga melihat seluruh kondisi tahanan," kata Eko Rubiyanto.
Eko Rubiyanto menyebut sidak itu untuk mengantisipasi terjadinya tahanan yang ingin melarikan diri atau bunuh diri di dalam tahanan. Petugas mengecek adanya alat atau sarana yang dilarang masuk dalam ruang tahanan.
Baca juga: Tebing Longsor Timpa Dua Rumah di Desa Menawan Kudus
Pihaknya menginginkan dalam penjagaan tahanan, personel yang sedang tugas agar selalu siaga dan meningkatkan kewaspadaanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, melakukan kontrol kepada tahanan khususnya terkait masalah kesehatan dan kebersihan serta keamanan tahanan.
"Jangan meremehkan penjagaan. Kami tidak ingin ada tahanan yang kabur maupun berulah di dalam ruangan," jelasnya.
Pihaknya meminta, para tahanan merapikan baju yang berserakan agar situasi atau keadaan tahanan tetap bersih.
"Tidak ada yang merokok di sini. Ini adalah tempat kalian untuk instrospeksi diri," terangnya.
Selama pemeriksaan berlangsung tidak ditemukan hal-hal yang dilarang, seperti HP, rokok, atau barang lain yang dilarang.
"Kalau ada yang sakit, kita sudah siapkan tim medis untuk menanganinya. Begitu juga ada pemantauan melalui CCTV," pungkasnya. (OL-1)
Para tersangka mengaku telah melakukan penyelundupan sebanyak dua kali dengan total volume mencapai 11,2 ton pasir timah.
Penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa sejumlah pejabat setingkat kepala bagian dan kepala dinas di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Para peserta merupakan gabungan anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Satpol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Petugas menemukan satu pucuk pistol berwarna perak yang setelah diperiksa merupakan jenis airsoft gun.
Korban yang baru berusia 12 tahun dihentikan dan diminta tolong mencari adik pelaku bernama 'Rokim'.
Proses hukum kini difokuskan pada dua tersangka yang telah ditahan dan satu penyuplai yang masih dalam pengejaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved