Minggu 26 Desember 2021, 20:58 WIB

Harnojoyo Ungkap Penyebab Banjir di Palembang

Dwi Apriani | Nusantara
Harnojoyo Ungkap Penyebab Banjir di Palembang

MI/Dwi Apriani
Wali Kota Palembang Harnojoyo pada Minggu (26/12) dini hari melakukan pemantauan di lokasi banjir di Kota Palembang.

 

SELAIN intensitas dan curah hujan yang cukup tinggi, salah satu penyebab banjir mengepung Kota Palembang pada Sabtu (25/12/2021) yakni permasalahan pada sistem pompanisasi Sungai Bendung yang terletak di Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga Palembang.

Berdasarkan pantauan Wali Kota Palembang Harnojoyo pada Minggu dini hari (26/12/2021), dari enam pompa yang ada, hanya dua pompa yang bisa bekerja dengan maksimal.

"Jadi, pintu masuk saluran primer ke saluran sekunder tidak sesuai dengan debit air yang dibutuhkan mesin pompa. Akibatnya, air yang dibutuhkan mesin untuk memompa air keluar, kurang dan tidak dapat dipompa," ungkapnya.

Harnojoyo menuturkan, curah hujan yang terjadi kemarin di luar prediksi saat pembangunan sistem pompanisasi dilakukan. Artinya, jika melihat curah hujan kemarin, perlu ada rekonstruksi terhadap sistem pompanisasi, khususnya pada saluran primer. Sehingga air yang tertampung di saluran sekunder dapat lebih cepat, sehingga saat mesin pompa bisa maksimal digunakan.

"Tadi malam itu, saat kita minta enam pompa dihidupkan, masinnya langsung mati, karena air yang akan disedot dari kolam penampungan kurang, jadi mesinnya tekor dan otomatis mati sendiri," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari menyampaikan, memang ada permasalahan pada sistem pompanisasi yang terletak di muara Sungai Bendung.

Di mana, dari enam pompanisasi hanya dua yang bisa bekerja dengan maksimal, karena antara saluran primer dan pompa terjadi perubahan. "Jika dilihat oleh Wali Kota tadi malam, memang perlu rekonstruksi baik di saluran primer maupun pompanya, sehingga penyedotan genangan air kurang maksimal," terangnya.

Bastari menuturkan, Wali Kota akan meminta langsung ke pihak Balai Wilayah Sungai maupun kementrian untuk perubahan terhadap konstruksi saluran primer rumah pompa yang disesuaikan dengan curah hujan ekstrim yang datang diantara 20-30 tahun sekali.

"Kalau curah hujannya normal kita masih aman, tapi curah hujan seperti sekarang ini, artinya harus ada perubahan dari saluran primer dari sistem pompanisasi Sungai Bendung," jelasnya.

Seperti diketahui, Stasiun Klimatologi, BMKG Sumatera Selatan mencatat Palembang dilanda hujan ekstrem dengan intensitas tertinggi sejak 31 tahun terakhir. Dengan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Sabtu (25/12) dini hari bahkan menyebabkan sejumlah genangan air di beberapa titik kota Palembang.

Bahkan, menurut data Stasiun Klimatologi BMKG Palembang, curah hujan di Palembang bahkan mencapai 159.7mm. "Ini adalah rekor tertinggi curah hujan pada Bulan Desember sejak 31 tahun terakhir," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis. (DW/OL-10)

Baca Juga

dok.Ist

Jawara Sumedang Dukung Sandiaga Jadi Presiden

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:28 WIB
PARA relawan Jaringan Wanita Nusantara (Jawara) Sandi Uno memberikan pelatihan budidaya tambak ikan di Waduk Jatigede, Desa Tarjunajaya...
Dok. PT SIS

Maksimalkan Potensi Bahari, Suzuki Marine Resmikan DIler Baru di Makassar

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:37 WIB
“Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah yang memiliki potensi bahari yang besar. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kami hadir...
Ist

Cegah PMK di Lampung, Apkasi Usulkan Stop Pasokan Sapi dari Luar Daerah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:10 WIB
Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan bersama para Bupati se-Provinsi Lampung sepakat bahwa penanganan virus PMK pada ternak ini...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya