Selasa 21 Desember 2021, 09:10 WIB

JD.ID Pamerkan Produk UMKM Penyandang Disabilitas di Kota Semarang

Mediaindonesia.com | Nusantara
JD.ID Pamerkan Produk UMKM Penyandang Disabilitas di Kota Semarang

DOK Pribadi.
Kunjungan Staf Ahli Presiden RI Angkie Yudistia ke gerai UMKM Disabilitas didampingi Istri Walikota Semarang dan Adi Setiyo Nugroho.

 

DI tengah pandemi, ada salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM yaitu proses alih masyarakat menuju era digital atau digitalisasi. Saat ini, kegiatan jual beli tidak terbatas pada aktivitas tatap muka antara pedagang dan pembeli. Semua bisa dilakukan secara digital alias daring.

"Dengan memiliki keterampilan dalam pemanfaatan perangkat komputer atau telepon genggam yang dilengkapi dengan fasilitas internet, seorang pedagang sudah bisa memasarkan produknya," papar Marketing Manager Central Java & DIY JD.ID Adi Setiya Nugroho dalam keterangan resmi, Selasa (21/12). Namun disayangkan pada realitanya keterampilan digital ini tidak dimiliki oleh sebagian besar UMKM dan UMKM disabilitas.

Meski kondisi pasar sudah semakin matang akan digitalisasi, transaksi secara digital-daring belum bertumbuh secara optimal. Kendalanya, sumber daya manusia dengan literasi digital yang masih rendah.

Karena itu, selama semester I 2021 tepatnya mulai April hingga Juni, JD.ID menggelar rangkaian kegiatan lokakarya (workshop) bertemakan Pemberdayaan Komunitas Disabilitas di Era Pandemi, Melalui Pemanfaatan Platform Digital di lima kota yakni Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Denpasar. Pesertanya ialah penyandang disabilitas yang ada di masing-masing kota.

Kegiatan tersebut sejalan dengan instruksi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kepada para pelaku industri untuk memberikan akses dukungan kepada para pelaku UMKM penyandang disabilitas. "Kami memberikan dukungan akses bagi para penyandang disabilitas dalam pemanfaatan teknologi digital yang diikuti dengan pengenalan, pelatihan, dan pendampingan usaha atas aplikasi social-commerce afiliasi resmi JD.ID, bernama JD Fans," jelas Adi.

Untuk memperkenalkan produk UMKM dan UMKM disabilitas secara offline, JD.ID berkolaborasi dengan Gerakan Masyarakat Terintegrasi Koperasi & Usaha Mikro (Gerai Kopimi), menggelar pameran UMKM bertemakan Pasar UMKM Thematic JD.ID Bersama Gerai Kopini di objek wisata Sam Poo Koong Semarang, 20-21 Desember 2021.

Tujuan pameran ini, ungkap Adi, selain mengangkat potensi UMKM dan UMKM disabilitas yang ada di Kota Semarang juga untuk membangun branding JD.ID lebih dekat lagi kepada masyarakat Kota Semarang.  Masyarakat Kota Semarang akan semakin mengetahui bahwa JD.ID menyediakan banyak kanal untuk para pelaku bisnis belajar memulai usaha atau sekadar ingin dapat penghasilan tambahan, tanpa perlu kumpul modal, dengan memanfaatkan JD Fans. 

"Jika bergabung dengan JD Fans, para promoter berkesempatan untuk mendapatkan komisi hingga 80%, diskon khusus dan voucer menarik, serta dibebaskan untuk mempromosikan barang sesuai dengan cara dan kreativitas masing-masing. Tersedia pula J-Express (JX), perusahaan penyedia solusi logistik bagi para seller (penjual) & klien korporasi, serta penyedia jasa logistik bagi perusahaan retail e-commerce, JD.ID. Kehadiran JX bisa membantu kebutuhan masyarakat Kota Semarang dengan lebih ekonomis," ujarnya.

Dalam pameran tersebut, Adi juga menambahkan bahwa JD.ID melibatkan 24 komunitas disabilitas di Kota Semarang. Keterlibatan UMKM disabilitas dalam pameran tersebut sekaligus bentuk pembuktian bahwa kaum disabilitas juga mampu berkiprah di bidang ekonomi melalui produk-produk UMKM yang berkualitas. 

Adi optimistis produk yang dipamerkan kelima UMKM disabilitas mampu menarik perhatian pengunjung pameran. Total peserta pameran lebih dari 150 UMKM yang terbagi menjadi 10 klaster yakni olahan pangan, bandeng, lumpia, batik, tas, jamu, handycraft, rajut, sulam pita, serta koperasi. "Di pameran ini, produk-produk mereka dikenalkan ke publik yang nanti juga bisa diperoleh di platform JD.ID. Seluruh kegiatan pameran dilaksanakan dengan protokol kesehatan dengan pengawasan Satgas Covid-19 Kota Semarang," tutup Adi.

Dalam pameran tersebut, tambah Adi, juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Forum Gerai Kopimi dengan JD.ID. Kolobarasi ini sangat penting bagi kedua belah pihak untuk bersama-sama mengangkat potensi UMKM dengan memanfaatkan platform digital.

Baca juga: Jelang Nataru, Warga Sikka Beramai-Ramai Meluruskan Rambut   

Keberadaan UMKM disabilitas dilibatkan dalam pameran mendapat apresiasi dari Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia. "Kami mengapresiasi kepedulian Wali Kota Semarang untuk memberi ruang publik sebagai bentuk pemberdayaan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Nanti, produk UMKM disabilitas akan kami kurasi dan mentoring," kata Angkie yang ikut membuka resmi pameran UMKM Semarang Pasar UMKM Thematic bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (OL-14)

Baca Juga

DOK MI

Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Ternak

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:38 WIB
PENGAWASAN lalu lintas hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul, DiY diperketat. Hal ini dilakukan untuka mencegah masuknya penyakit mulut dan...
dok.ist

Dinilai Layak, Relawan Kalsel Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:14 WIB
KEBERHASILAN Ganjar Pranowo membawa Jawa Tengah lebih baik membuat ratusan orang di Kalimantan Selatan mendukungnya untuk menjadi Presiden...
Dok. Pribadi

Methodius Kossay Luncurkan Yayasan Harapan Generasi Papua, Fokus Bangun Karakter Pemuda Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:11 WIB
"Fokus yayasan adalah membangun pribadi manusia terutama generasi Papua seutuhnya sebagai subjek perubahan melalui pengembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya