Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA Wisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meraih predikat Desa Wisata Terbaik Dunia 2021.
Nglanggeran mendapat julukan The Best Tourism Village versi UNWTO (United Nation World Tourism Organization). Prestasi itu diumumkan pada Kamis (2/12) lalu di Madrid, Spanyol.
Pada ajang tersebut, kata Kabag Humas Pemda DIY, Ditya Nararyo Aji,
Minggu (5/11), Desa Wisata Nglanggeran masuk nominasi bersama dua desa lainnya yakni Desa Wisata Tete Batu (Provinsi NTB) dan Desa Wisata Wae Rebo (Provinsi NTT).
Ia menjelaskan, Nglanggeran bersanding dengan 43 desa wisata lain dari
seluruh dunia untuk memperebutkan predikat tersebut. Beberapa desa
wisata dari luar Indonesia di antaranya Caspala (Argentina), Castelo
Rodrigo (Portugal), dan Batu Puteh (Malaysia).
Kriteria untuk penilaian yang digelar UNWTO, lanjut Ditya, meliputi
sembilan kriteria antara lain budaya dan sumber daya alam, promosi dan
konservasi sumber daya alam, keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan
sosial, ketahanan lingkungan, potensi dan pengembangan pariwisata, tata
kelola dan pioritas pariwisata, infrastruktur dan konektivitas,
kesehatan, keselamatan dan keamanan.
Wisata berbasis masyarakat
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardja saat
dihubungi, menyampaikan apresiasi kepada pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengingat predikat tersebut diraih atas keberhasilan
program Community Based Tourism (CBT) atau pemberdayaan masyarakat di
daerah destinasi wisata yang diterapkan di Nglanggeran.
"Ini menunjukkan apa yang dilakukan Desa Wisata Nglanggeran dan
masyarakat yang ada di situ bersama stakeholder, sudah sesuai dengan
yang harus dilakukan. Sebetulnya penghargaan tertinggi itu bukan tujuan, namun pengakuan. UNWTO telah mengakui Desa Nglanggeran telah menerapkan metode yang tepat untuk CBT-nya," tutur Singgih.
Menurut Singgih, keberhasilan Desa Wisata Nglanggeran dengan penerapan
CBT, sepatutnya menjadi contoh bagi desa wisata lain untuk dapat
mengembangkan desanya.
"Ya mempertahankan keaslian, budaya, masyarakatnya, yang selalu melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat termasuk kolaborasi dengan pemangku kepentingan pariwisata maupun bukan," tambah Singgih.
Selain itu, pengembangan pariwisata yang ada di Nglanggeran, menurut
Singgih, telah memberikan contoh pola pengembangan quality tourism.
Desa wisata tidak menetapkan jumlah kunjungan wisatawan, namun
dapat menentukan capaian atau target ekonomi tertinggi tanpa mematok
jumlah wisatawan.
"Termasuk penguatan daya tarik wisata, sehingga menambah masa tinggal di desa wisata," ujarnya.
Beberapa cara yang dilakukan Nglanggeran, kata Singgih, misalnya seperti narasi untuk paket wisata, sekaligus memunculkan ekonomi
kreatif. (N-2)
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Program ini bertujuan untuk memerangi stunting di Indonesia dengan mengatasi akar penyebabnya melalui pendekatan holistik yang berdampak langsung pada keluarga.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved