Jumat 03 Desember 2021, 18:17 WIB

Cuaca Ekstrem, Kelompok Nelayan Hilang Kontak di Natuna 

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Cuaca Ekstrem, Kelompok Nelayan Hilang Kontak di Natuna 

Antara/Jessica Helena Wuysang
Ilustrasi kapal nelayan

 

SEBANYAK 6 kelompok nelayan dilaporkan hilang kontak saat melaut di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (2/12). 

"Sebelum dinyatakan hilang, cuaca ekstrem melanda wilayah Natuna dan memicu terjadinya gelombang air laut setinggi 6-7 meter," kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (3/12). 

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Natuna, Damkar PB Kabupaten Natuna, unsur TNI-Polri, Basarnas, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (muspika), unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (muspida) dan masyarakat setempat terus berupaya melakukan pencarian terhadap 6 kelompok nelayan yang hilang tersebut. 

Di sisi lain, banjir rob juga terjadi setelah air laut naik ke permukaan dan merendam sebanyak 92 rumah warga di Kabupaten Natuna. Dari keseluruhan rumah yang terdampak, BPBD Kabupaten Natuna juga melaporkan diantaranya 2 unit rumah mengalami rusak berat, 9 unit tempat usaha (ruko) terendam, dan 6 akses jalan terputus. 

Buruknya drainase dan penyempitan Sungai Batu Hitam, Sungai Ranai, Sungai Jemengan, dan Sungai Padangkara diduga menjadi faktor lain yang menyebabkan banjir rob dengan tinggi muka air hingga 90 sentimeter di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna. Catatan BPBD Kabupaten Natuna, wilayah terdampak meliputi tiga titik lokasi Kecamatan yakni Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Teratan, dan Kecamatan Pulau Laut. 

Baxca juga : Pemkot Bandung Akan Tutup Sejumlah Ruas Jalan Selama Libur Nataru

BPBD Kabupaten Natuna telah mendirikan tempat pengungsian untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali terjadi. Kondisi terkini per Jumat (3/12) pukul 10.00 WIB ketinggian muka air terpantau berkisar 90 sentimeter, akan surut dipagi hari namun kembali terjadi pasang pada sore hingga malam hari. 

BMKG telah mengeluarkan informasi Peringatan dini hingga esok (4/12) untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau mengenai, waspada potensi hujan dengan intensitas sedang lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Natuna dan Kepulauan Anambas. 

Sementara itu, hasil kajian risiko bencana melalui InaRISK untuk wilayah Kabupaten Natuna memiliki potensi cuaca ekstrem dapat terjadi di 12 Kecamatan dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi termasuk Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Teratan, dan Kecamatan Pulau Laut. 

BNPB mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah pesisir pantai untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pada potensi risiko bencana hidrometeorologi basah. Salah satunya dengan memperbaiki sistem drainase dan pemanfaatan ruang terbuka dengan vegetasi pantai untuk daerah buffer dan menegakkan aturan tentang sempadan pantai. 

"Dingatkan kepada para nelayan untuk tidak lebih dulu melakukan aktivitas menangkap ikan saat terjadi cuaca ekstrem yang membahayakan terjadi," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Bupati Simalungun Minta Pangulu dan Lurah tak Main-Main Kelola Anggaran 

👤Apul Iskandar 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 19:40 WIB
Radiapoh juga berharap kepada camat, pangulu dan lurah untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk...
ANTARA

Soal Komentar Haruna, Shin Tae-yong Tidak Ambil Pusing

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 19:20 WIB
KOMENTAR pedas yang diucapkan angggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro  tidak diambil pusing oleh pelatih timnas...
ANTARA

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Tinggi

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 19:07 WIB
HARGA minyak goreng di pedagang Pasar Darurat Klaten, Jawa Tengah, masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya