Sabtu 27 November 2021, 12:37 WIB

Orang Rimba Serahkan Puluhan Kecepek ke Tangan Kapolda Jambi

Solmi | Nusantara
Orang Rimba Serahkan Puluhan Kecepek ke Tangan Kapolda Jambi

MI/SOLMI
Penyerahanpuluhan pucuk senjata api jenis kecepek kepada Kapolda Jambi Irjen A. Rachmad Wibowo, di Jambi, Sabtu (27/11/2021)

 

MERESPONS penyadaran soal hukum yang diedukasi Polri, beberapa pimpinan kelompok Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Bungo, Sabtu (27/11), dengan  ikhlas menyerahkan puluhan pucuk senjata api jenis kecepek kepada Kapolda Jambi Irjen A. Rachmad Wibowo.

Serah terima senjata yang biasa digunakan untuk memburu hewan di hutan dilakukan di halaman Mapolres Bungo. Disaksikan Kapolres Bungo Ajun Komisaris Besar Guntur Saputro, Kapolda Irjen A. Rachmad Wibowo menerima penyerahan 25 pucuk kecepek dari Tumenggung Badai, salah seorang pimpinan Orang Rimba di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Pelepat, Bungo.

“Silakan Pak Kapolda, diambil! Kelompok kami semakin sadar. Kami sudah dan akan berburu pakai tombak dan membawa anjing untuk berburu. Tidak pakai kecepek lagi,” ungkap Tumengung Badai meyakinkan Rachmad Wibowo.

Baca jugaCapaian Program Vaksinasi Covid-19 di Simalungun 67%

Kapolda Jambi pun menyahutinya dengan gembirra. “Terima kasih Pak Tumenggung. Saya minta tolong jangan mengunakan kecepek lagi untuk berburu.  Kalau masih ada warga kita memiliki tolong serahkan kepada kapolres ya,” tegasnya.

Dia menjelaskan ke hadapan perwakilan Orang Rimba dan masyarakat yang hadir saat acara penyerahan, senjata api jenis kecepek tergolong senjata berbahaya terhadap keselamatan nyawa manusia.

"Di Bungo sendiri pun ada yang sudah menjadi korban. Saya meminta anggota terus memberi penyadaran hukum soal ini, dan sekaligus masyarakat, termasuk saudara kita dari kelompok SAD paham dan sadar. Sehingga tercipta situasi aman dan kondusif,” beber Rachmad Wibowo.

Sementara itu, Kapolres Bungo Guntur Saputro menambahkan, sebanyak 25 pucuk kecepek yang diserahkan melalui tangan Kapolda Jambi berasal dari Orang Rimba dan warga masyarakat umum di 17 kecamatan di Bungo.

“Kita berharap tidak ada lagi yang menyimpan atau memakai kecepek di Bungo. Kami terus menyosialisasikan soal ini ke masyarakat,” kata Guntur Saputro. (H-3)

Baca Juga

Ist

Universitas BTH Kolaborasi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:21 WIB
Tantangan revolusi industri 4.0 dan era society 5.0 langsung dijawab dengan dibukanya program studi baru yang sangat dibutuhkan dunia...
ANTARA/HO/Novi A

Pascakecelakaan Truk di Balikpapan, Kemenhub Batasi Operasional Kendaraan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:28 WIB
Langkah itu sebagai mitigasi dalam menyikapi kejadian kecelakaan beruntun truk kontainer di Balikpapan, Jumat...
dok.Ant

Kasus Positif Covid di Jabar Naik Tajam jadi 3.454 Orang Dalam 12 hari

👤Naviandri 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:05 WIB
JUMLAH kasus aktif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar) bertambah drastis, hampir mencapai lima kali lipat dalam 12 hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya