Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATRESKRIM Polres Pesisir Selatan Polda Sumbar yang dipimpin Aipda Yandri Martin berhasil mengamankan 148 kayu balok pecahan jenis meranti dan 1 mobil dump truck serta 2 pelaku, Rabu (24/11) dini hari. Mereka diduga melanggar tindak pidana illegal logging di depan Kantor POM Jalan Raya Sutan Syahrir Pincuran Boga Painan Kenagarian Painan Selatan Painan Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan.
"Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa ada orang yang menguasai, memiliki, mengangkut, atau membawa hasil hutan kayu dengan menggunakan mobil dump truck/LB merek Hino warna hijau nomor polisi BA 9553 QU di Kecamatan Batang Kapas menuju Padang," kata Kasat Reskrim Ajun Komisaris Hendra Yose, Jumat (26/11).
Berdasarkan informasi tersebut, Tim Opsnal Macan Kumbang bersama-sama dengan piket reskrim melakukan patroli menyusuri jalan menuju Kampung Jalamu Kecamatan Batang Kapas. Akhirnya, di depan Kantor POM Jalan Raya Sutan Syahrir Pincuran Boga Painan Ken. Painan Selatan Painan, tim melihat mobil yang disebutkan oleh sumber informasi tersebut.
Tim melakukan penyetopan terhadap mobil yang dicurigai dan menanyakan muatan yang dibawa dan pemiliknya yang berinisial Ii, 40, domisili Kampung Jalamu Ken. IV Koto Hilie Kec. Batang Kapas Kab. Pesisir Selatan dan sopirnya DWA, 20, domisili Perawang Kabupaten Siak, Riau. Keduanya menyatakan bahwa yang dibawa ialah hasil hutan kayu jenis meranti dan mandirawan (Borneo).
Selanjutnya tim menanyakan dokumen SKSHH yang dimiliki oleh pemilik tersebut. Pemilik kayu hanya memperlihatkan satu lembar Nota Angkutan Kayu Olahan dari UD DAKFAL Nomor: 1238000220959 miliknya sendiri yang bergerak dalam di bidang perabot.
Baca juga: Ajang WSBK Picu Multiplier Effect Perekonomian di Pulau Lombok
Hendra menyatakan pelaku sebagai pemilik memperolehnya dengan membelinya langsung dari operator mesin chainsaw yang ditebang dari Bukit Anduring dan Bukit di atas Hulu Air IV Koto Hilie. Untuk permintaan keterangan lebih lanjut terhadap pemilik kayu dan sopir beserta barang bukti dibawa ke Polres Pesisir Selatan untuk proses selanjutnya. (OL-14)
SERUAN penetapan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi bencana nasional masih terus digelorakan.
Citra satelit menunjukkan aktivitas penebangan di hulu Sungai Batangtoru seluas sekitar 33,04 hektare.
HARI Guru Nasional tahun ini tidak benar-benar berakhir pada seremoni dan ucapan terima kasih.
Belasan hektare hutan lindung di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang, Desa Erelembang, Tombolo Pao, berubah menjadi lahan gundul setelah dibabat secara sistematis.
TIDAK hanya manusia, alam pun bisa murka. Kini luapan amarahnya membanjiri tiga provinsi di Indonesia tercinta.
Ada dua daerah penghasil utama: Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas sekitar 17.000 hektare, dan Pesisir Selatan sekitar 10.000 hektare.
“Kawasan Mandeh sangat potensial dikembangkan sebagai pintu gerbang ekonomi baru berbasis transportasi perairan, khususnya melalui moda seaplane,”
Antusiasme peserta terlihat jelas dari jumlah pendaftar yang membludak, mencapai ratusan pesepeda dari berbagai usia dan komunitas.
Menurut BMKG, fenomena halo tidak berkaitan dengan pertanda bencana atau gejala cuaca ekstrem, melainkan peristiwa alamiah yang bisa terjadi kapan saja.
Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat Risnaldi Ibrahim, mengunjungi masyarakat yang terdampak banjir di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Kamis, (13/3).
Pusat Pengendalian Operasi-PB BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved