Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TERUS diguyur hujan semalaman belasan desa di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terendam banjir, Selasa (23/11/2021). Banjir terjadi akibat luapan suangai yang tak mampu menampung tingginya debit. Banjir juga melanda sejumlah wilayah di perkotaan Brebes.
Banjir yang menggenangi belasan desa di sejumlah kecamatan, Kabupaten Tegal, berketinggian lutut orang dewasa. Ini seperti terjadi di Desa Kepandean dan Dukuhturi Kecamatan Dukuhturi.
Sejumlah sepeda motor yang menerjang banjir mogok, bahkan banjir memasuki rumah warga sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. Sejumlah peralatan rumah tangga juga tak luput terendam banjir.
Kapolsek Dukuhturi, Iptu Bambang Masudiyanto, menuturkan banjir terparah terjadi di Kecamatan Dukuhturi melanda dua desa yakni Kepandean dan Dukuhturi karena letaknya paling dekat dengan sungai. "Pasar Kupu yang tergenang banjir terpaksa ditutup dan dialihkan ke pinggir jalan yang lebih tinggi. Untuk membamtu warga korban banjir, personel kepolisian dan TNI membagikan nasi bungkus kepada warga," ujar Bambang.
Menurut Bambang, banjir disebabkan meluapnya Sungai Kemiri akibat tak mampu menampung hujan semalaman. "Sungai Kemiri meluap tak mampu menampung air karena banjir terjadi hampir semalaman," jelasnya.
Selain Kecamatan Dukuhturi, banjir juga terjadi di Kecamatan Warureja yakni Desa Kendayakan dan Desa Sukalila. Banjir juga menimpa Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, dan Desa Sidaharja, Kecamatan Kramat.
Sedangkan banjir di wilayah perkotaan Brebes melanda Kelurahan Pasarbatang, Kelurahan Brebes, dan Kelurahan Limbangan Kulon. Di Kelurahan Brebes, air hujan menggenangi beberapa sekolah. Salah satunya SD Negeri 3 Brebes. Ada 10 ruangan kelas yang kebanjiran termasuk ruang guru dan kepala sekolah. "Dengan kondisi sebagian besar ruangan yang kebanjiran proses belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem daring," ujar guru SD Negeri 3 Brebes, Ahmad Baidowi.
Baca juga: BMKG: DIY Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari
Di Kelurahan Limbangan Kulon, banjir merendam perumahan warga. Air banjir susah mengalir ke Sungai Sigeleng karena dipenuhi tanaman eceng gondok. Kepala Kelurahan Limbangan Kulon Arba Setyanto, menyampaikan di desanya ada sekitar 500 rumah warga yang terendam. "Rata rata ketinggian air 20 hingga 25 centimeter. Untuk melancarkan arus sungai warga dari Kelurahan Limbangan Kulon dan Limbangan Wetan bekerja sama membersihkan tanaman eceng gondok," jelas Arba. (OL-14)
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
SEBANYAK 255 unit rumah di Dusun Gondang dan Dusun Tikung, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang banner luapan Kali Pacal, Rabu (4/2) malam.
Banjir Jabodetabek belum surut. Hingga akhir Januari 2026, 143 RT sempat terendam. Simak cara mencegah air masuk rumah saat banjir susulan.
Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sudah dipasang geobag dan duckbill
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Dinas Kesehatan telah menurunkan tim medis serta menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved