Senin 22 November 2021, 21:20 WIB

Dukung Pelestarian Lingkungan, Teleperformance Tanam Bibit Mangrove

Mediaindonesia.com | Nusantara
Dukung Pelestarian Lingkungan, Teleperformance Tanam Bibit Mangrove

Dok.Teleperformance Indonesia
Kegiatan penanaman bibit mangrove di Pantai Trisik, Kulon Progo, Yogyakarta.

 

PERUBAHAN iklim yang terjadi saat ini merupakan kesalahan manusia yang tidak melestarikan alam. Itu sebabnya kini kampanye soal pelestarian alam terus digalakkan.

Berangkat dari situ  Teleperformance Indonesia yang merupakan bagian dari Teleperformance Group, menaruh perhatian besar terhadap kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar dan sejak 2008. Hal itu dibuktikan perusahaan dengan membentuk Citizen of the Planet yang merupakan inisiatif perusahaan secara global untuk mengurangi dampak negatif polusi terhadap lingkungan.

Baca juga: Lebih dari Satu Juta Mangrove Ditanam di Pantai Utara Jateng

Teleperformance Indonesia memanfaatkan momentum World Tree Day 2021 yang jatuh pada Minggu (21/11) dengan menggelar kegiatan yang bertemakan 'Harmonisasi Pelestarian LIngkungan dalam Pengembangan Desa Wisata' melalui Penanaman 2000 bibit Mangrove, edukasi pelepasliaran Tukik  dan membersihkan pantai di Pantai Trisik, Kulon Progo.

Dalam kegiatan ini Teleperformance Indonesia (TPID) bekerjasama dengan Green Edelweiss Foundation (GEF), yayasan yang berfokus terhadap isu dan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia.

CEO Teleperformance Indonesia, Michael Wullur  mengatakan bahwa pihaknya  memiliki program CSR yang disebut dengan Citizen of the Planet. "Kami berkomitmen dalam pelestarian lingkungan agar bumi menjadi tempat yang lebih baik.  Bulan September lalu kami ikut ambil bagian dalam World Cleanup Day dimana kami membersihkan pantai serta menanam mangrove di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu dan di bulan ini dalam rangka World Tree Day, kami juga mengadakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Trisik, Kulon Progo, Yogyakarta."

“Penanaman pohon mangrove ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem baru yang memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan, pencegah abrasi, dan tentunya berdampak multiguna bagi perekonomian masyarakat sekitar. Dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah akan rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia,” ujar Michael.

Dalam kegiatan itu, Teleperformance Indonesia tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan mewajibkan seluruh peserta yang ikut dalam acara ini sudah menyelesaikan vaksinasi covid-19 dosis kedua, memberikan hasil tes swab antigen negatif covid-19 sebelum mengikuti acara, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Teleperformance Indonesia dalam pelestarian lingkungan, melalui momentum World Tree Day, GEF dan TPID menginisiasi program Harmonisasi Pelestarian Lingkungan dalam  Pengembangan Desa Wisata.  Selain melakukan upaya konservasi di Pantai Trisik dengan penanaman mangrove, pelepasan tukik dan bersih pantai, bersama masyarakat khususnya Pokdarwis Banaran mengupayakan wilayah ini menjadi wisata konservasi, mengingat begitu banyaknya potensi yang terabaikan dan perlu dukungan dari pemerintah setempat," ujar Direktur Executive Green Edelweiss Foundation (GEF), Ayi Subing.

“Wisata konservasi selain memberikan kelestarian terhadap lingkungan disekitar pantai Trisik, juga memberikan manfaat  sebagai tempat edukasi, penelitian dan juga rekreasi yang memberikan pendapatan untuk masyarakat setempat," lanjutnya.

Selain Pantai Trisik, yang berada di desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo memiliki potensi wisata yang luar biasa. Keindahan alam pesawahan, hasil kerajinan batik yang khas desa Banaran, kesenian tarian serta fasilitas permainan tradisional daerah serta sungai Progo yang membentang di tengah desa dapat dikembangkan menjadi desa Wisata yang potensial.

Keindahan ini tentu saja menggugah teman teman dari TPID Yogyakarta, dengan penuh semangat bersama para petani turut menanam padi disawah dan dilanjutkan belajar membatik khas desa Banaran, yang dikenal dengan nama Batik Gemblung Banaran serta permainan tradisional lainnya yang memberikan sensasi dan kekayaan budaya khas desa Banaran.

“GEF bersama TPID Yogyakarta telah mengeksplore sebagain potensi desa Banaran dan masih banyak lagi yang dapat dikembangkan untuk menjadikan Desa Wisata, tinggal pengemasan dan peningkatan SDM masyarakatnya yang perlu kita bantu,” jelas Ayi Subing. (RO/A-1)

Baca Juga

Antara/Bagus Suryo

Widodo Terpilih Jadi Rektor Universitas Brawijaya 2022-2027 

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:45 WIB
Widodo terpilih menjadi rektor mengungguli dua calon kuat lainnya, yaitu Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Imam Santoso dan Dekan Fakultas...
Antara/Bayu Pratama S

Petani Di Bangka Berharap Harga TBS Kembali Naik, Harga Masih Rp1.800/Kg 

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:30 WIB
"Kita pernah mengalami harga sawit itu Rp1.200/kg, saat ini sulit sekali mengharapkan keutungan kalau ada pun sangat minim,"...
ANTARA

Ganjil Genap Masih Diterapkan di Jalur Utama Puncak-Cianjur

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:23 WIB
Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan pihaknya masih memberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan dari luar kota menuju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya