Senin 22 November 2021, 12:23 WIB

Wabup Kuningan dan Mentan Ajak Kalangan Milenial Bertani 

mediaindonesia.com | Nusantara
Wabup Kuningan dan Mentan Ajak Kalangan Milenial Bertani 

Ist
Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda menggelar pertemuan dengan petani dan kalangan pemuda.

 

WAKIL Bupati (Wabup) Kuningan HM Ridho Suganda menyerukan kepada para petani supaya bisa mengoptimalkan hasil panen pertaniannya guna memperkuat ketahanan pangan. Salah satunya dengan melakukan regenerasi petani sehingga sektor ini makin kuat. 

"Kaum muda-mudi, generasi milenial harus harus membanggakan profesi petani," cetus dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/11).

Ridho mengatakan, generasi muda Kabupaten Kuningan harus menyadari bahwa daerahnya memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial. 

"Kabupaten Kuningan merupakan salah satu daerah dengan stok pangan melimpah. Daerah yang diandalkan dalam ketahanan pangan negara. Kami minta para petani dapat mengolah dan memanfaatkan lahan pertaniannya secara optimal," kata Ridho. 

Dia menjelaskan, banyak kota/kabupaten di sebelah Kuningan ini sangat mengandalkan hasil pertanian dari Kabupaten Kuningan.

"Mereka bisa menikmati hasil pertanian kita, kalau kita berproduksi dengan baik. Dan juga, mereka bisa mempunyai keuntungan karena petani Kuningannya masih bisa terus bertani," lanjutnya. 

Wabup Kuningan menyebutkan bahwasannya berprofesi sebagai petani harus menjadi sebuah kebanggaan. Karena menurutnya, petanilah yang menjadi poros utama negara ini.

Maka dari itu, para petani agar dapat menularkan kemampuan bertaninya kepada para pemuda, supaya regenerasi petani terus berlanjut.

“Menjadi petani saat ini harus dijadikan kebanggan kita dalam melakukan sebuah profesi. Dan ini harus ditularkan kepada seluruh anak-anak muda," jelansya.

"Nah kira-kira apa yang harus kita lakukan dari pihak pemerintah dengan masukan dari penyuluh dan bapak/ibu petani. Apa yang harus kita sampaikan ke para pemuda, supaya membuat pemikiran mereka ternyata jadi petani itu adalah profesi yang menjanjikan,” tutur Ridho.

Ridho mengapresiasi dengan hadirnya program IPDMIP. Menurutnya, program ini memberikan stimulus yang besar terhadap peningkatan kapasitas SDM pertanian Kabupaten Kuningan. "Terbukti setelah tiga tahun berjalan, ribuan pertanian terbantu dengan program-program IPDMIP," jelas Ridho. 

Dia optimis dalam beberapa tahun ke depan, pertanian Indoensia semakin maju khususnya Kabupaten Kuningan yang notabene salah satu lumbung pangan di Jawa Barat. "Swasembada pangan, ekspor, dan kesejahteraan petani harus terus kita realisasikan," tutup Ridho. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan kalau sektor pertanian sangat menjanjikan. Terbukti di Indonesia yang tidak kena resesi dampak Covid-19 adalah sektor pertanian. 

"Maka dari itu pertanian kita harus kembangkan dengan kuat, apalagi pertanian adalah sektor yang tidak membuat masyarakat miskin," tegas SYL-sapaannya-. 

Lebih lanjut SYL menekankan pada masa pandemi Covid-19 ini, pertanian merupakan sektor yang tangguh bahkan menjadi satu-satunya sektor yang selamatkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, panen padi ini menjadi pembuktian bahwa dalam tantangan apapun, pertanian selalu berproduksi.

"Pada kuartal II-2020 ini, BPS mencatat ada dua sektor yang pertumbuhan PDB-nya positif atau berkontribusi terhadap PDB nasional, yaitu pertanian dan telekomunikasi," kata SYL. 

"Sektor pertanian paling tinggi kontribusinya yakni 16,24%, sementara telekomunikasi hanya 1,29%. Ini adalah bukti sektor pertanian tidak terkena dampak akibat tantangan apapun sehingga kita harus bersinergi memperkuatnya ke depan," lanjutnya.

Perlu diketahui, BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) tercatat sebesar 100,09% pada Juli 2020, sehingga naik 0,49% jika dibandingkan dengan NTP Juni 99,6% dan Mei 2020 hanya 99,47%. Begitu pun dengan ekspor, sektor pertanian mampu menyumbang 2,54% secara nasional senilai US$0,35 miliar.

Pada saat sektor lain mengalami penurunan, ekspor pertanian pada Juli 2020, justru meningkat 24,1% jika dibandingkan dengan Juni, dan 11,17% jika dibandingkan dengan Juli 2019.

"Semua ini pastinya karena kerja keras kita semua, karena jerih payah petani yang selalu tak berhenti menanam, para aparat yang selalu setia mengawal dan mendampingi. Dan saya ingin sinergi ini terus berjalan," tandasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menegaskan program IPDMIP menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Khususnya di daerah irigasi sehingga pada akhirnya kesehatan petani bisa meningkat. 

Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. "Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” jelas Dedi. 

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengingatkan bahwa sektor pertanian adalah 'emas 100 karat'. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti.

"Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka," pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Sandiaga Bantu Pemuda di Kulon Progo yang Manfaatkan Limbah Jagung

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 01:23 WIB
Sandiaga pun berdialog dengan Ade. Sebab, pemuda tersebut bisa memanfaatkan limbah jagung menjadi produk yang...
DOK.MI

3 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Pagar Puskesmas di NTT Ditahan

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:25 WIB
Anggaran proyek itu bersumber dari Dinas Kesehatan Rote Ndao sebesar Rp1,120...
Dok. Pribadi

Sandiaga Berikan Bantuan Seniman Tari Surakarta Kembangkan Bakatnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:17 WIB
Dalam kesempatan itu, Dzari mengatakan tarian goleknya belum memiliki musik pengiring. Sebab Dzari terkendala biaya untuk menyewa gamelan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya