Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA sepekan terakhir, mulai tanggal 5 hingga 11 November 2021, aktivitas vulkanik Gunung Merapi didominasi dengan gempa guguran.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida dalam rilis tertulis yang diterima kemarin malam menjelaskan, gempa guguran ini selama seminggu sebanyak 1.256 kali.
Meski demikian, kejadian gempa guguran ini masih lebih rendah dibanding dengan sepekan sebelumnya yang mencapai 1.297 kali.
Gempa lainnya, hembusan sebanyak 200 kali, Ia membenarkan, gempa hembusan untuk seminggu ini jumlahnya lebih banyak dibanding minggu sebelumnya yang sebanyak 181 kali.
Lebih lanjut Hanik mengemukakan, gempa lainnya, Fase Banyak atau Multi Phase 73 kali, gempa tektonik 12 kali, gempa vulkanik dangkal 3 kali, gempa vulkanik dalam 1 kali dan gempa awanpanas guguran 2 kali.
Ia membenarkan, awan panas guguran selama seminggu tersebut terjadi sebanyak 2 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dan guguran lava terjadi sebanyak 123 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.
"Asap solfatara berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tercatat mencapai ketinggian 500 meter dari puncak yang teramati di Pos Kaliurang pada Selasa 9 November pukul 05.30 WIB," katanya.
Dua kubah lava di puncak Gunung Merapi, lanjutnya, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan. Kubah lava tengah, jelasnya mencapai volume 2.297.000 meter kubik dan kubah lava barat daya 1.610.000 meter kubik.
Hanik juga menjelaskan, meski sempat terjadi hujan dengan dengan intensitas 176 milimeter per jam selama 70 menit pada Senin (8/11) namun tidak dilaporkan terjadi lahar ataupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi.
Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental tersebut, jelas Hanik, BPPTKG masih mempertahankan Gunung Merapi dalam status Siaga. (OL-13)
Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Didominasi Gempa Hybrid
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Target penanaman satu juta pohon bukan sekadar angka, melainkan gerakan besar untuk membangkitkan kepedulian warga terhadap pelestarian Merapi.
Selain penanaman pohon di 50 hektar kawasan TNGM, pihaknya juga akan melakukan kajian terkait pemulihan ekosistem di lokasi-lokasi bekas penambangan liar.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Survei dari platform layanan akomodasi RedDoorz menunjukkan bahwa berlibur ke luar kota lebih diminati dibandingkan dengan staycation,
SEJAK Minggu (2/6) kemarin pukul 18.00 WIB hingga Senin (3/6) pukul 06.00 WIB, Gunung Merapi memuntahkan lava hampir setiap jam.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved